VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir, salah satunya melalui Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Embung seluas sekitar dua hektare itu diharapkan dapat mengurangi potensi genangan, terutama yang berkaitan dengan aliran air dari daerah aliran sungai (DAS) Mampang dan Krukut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pembangunan embung tersebut pada Selasa (13/10).
Ia mengatakan, penanganan banjir di Ibu Kota dilakukan secara menyeluruh melalui pembangunan embung dan waduk serta normalisasi sungai.
“Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sedang mempersiapkan penanganan banjir secara menyeluruh, baik itu membangun embung, waduk, dan juga normalisasi tiga sungai yang ada: Ciliwung, Krukut, dan Cakung,” ujarnya.
Embung Kebagusan dibangun untuk mengurangi debit air yang mengalir melalui sistem Saluran Penghubung (Phb) Joe. Berdasarkan perhitungan teoretis, embung tersebut diharapkan mampu menahan aliran air dari DAS Mampang dan Krukut hingga delapan persen.
“Embung yang seperti ini yang kita sebut dengan Embung Kebagusan itu luasnya kurang lebih dua hektare. Mudah-mudahan dengan penanganan banjir, walaupun pasti masih terjadi, mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Dari hitungan secara teoretis, Mampang atau DAS Mampang dan Krukut ini mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan delapan persen,” jelas Gubernur Pramono.
Selain untuk mengurangi risiko banjir, embung tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air bagi masyarakat sekitar.
Pemprov DKI berencana mengoptimalkan pemanfaatan air yang tertampung melalui kerja sama antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PAM Jaya.
Menurut Pramono, pemanfaatan air embung dapat diperluas untuk memenuhi kebutuhan warga, termasuk penghuni apartemen yang berada di sekitar lokasi.
Sementara itu, Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menargetkan tiga embung dan waduk mulai beroperasi pada Februari 2027. Infrastruktur tersebut tersebar di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
“Target kami adalah di Februari 2027 ketiga embung dan waduk ini sudah beroperasi. Tadi disampaikan Pak Gubernur ada dua lokasi plus satu izin di Jakarta Barat juga. Jadi, di Jakarta Timur ada dua sudah selesai dan di Jakarta Barat ada satu sudah selesai di tahun anggaran 2026,” kata Ika. (af)























