VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk menghadirkan inovasi yang menjawab berbagai tantangan perkotaan.
Kerja sama tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pramono menyampaikan hal itu saat meresmikan Gedung Universitas Ciputra Jakarta sekaligus memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di Dian Auditorium, Lantai 17, Universitas Ciputra Jakarta, Jakarta Barat, Kamis (15/10).
“Kuliah umum ini menjadi ruang untuk berdiskusi dengan mahasiswa mengenai tantangan nyata yang dihadapi Jakarta dalam perjalanannya menuju kota global. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pemerataan kesempatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Menurut Pramono, pembangunan Jakarta tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Pemerintah juga perlu memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pengembangan transportasi, penataan ruang publik, dan integrasi kawasan.
Upaya tersebut, kata dia, harus mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka peluang ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung perluasan akses belajar melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Kedua program tersebut ditujukan untuk membantu agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi generasi muda melanjutkan pendidikan.
Pramono juga menyoroti perlunya inovasi pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal. Ia menilai keterlibatan sektor swasta dan perguruan tinggi dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mencari solusi pembangunan, dengan tetap mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik.
Dalam hal ini, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga berperan sebagai pusat riset dan pengembangan solusi atas persoalan perkotaan.
Kontribusi akademisi dan mahasiswa diperlukan untuk menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan, terutama dalam bidang transportasi, pengelolaan sampah, dan ekonomi kreatif.
Pramono berharap kehadiran Gedung Universitas Ciputra Jakarta dapat memperluas ruang pembelajaran, penelitian, dan pengembangan inovasi, sekaligus mendorong generasi muda berkontribusi dalam pembangunan.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim dan atas Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Gedung Universitas Ciputra diresmikan. Semoga gedung ini menjadi ruang lahirnya generasi unggul, gagasan inovatif, dan kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta dan Indonesia,” ucap Gubernur Pramono.
Sementara itu, Managing Director Ciputra, Harun Hajadi, mengatakan kehadiran Universitas Ciputra Jakarta merupakan bagian dari komitmen Ciputra Group dan Yayasan Ciputra Pendidikan untuk memperluas kontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Jakarta.
“Sudah sejak lama kami mempunyai keinginan untuk dapat memberikan kontribusi dalam pendidikan tinggi di Jakarta, namun kesempatan tersebut baru kami peroleh sekarang. Karena itu, hari ini bukan hanya tentang peresmian sebuah gedung baru, hari ini adalah dimulainya sebuah komitmen baru dari Ciputra Group dan Yayasan Ciputra Pendidikan,” ujar Harun. (af)























