VOICEINDONESIA.CO, Depok – Sebanyak 357 pekerja migran Indonesia (PMI) diberangkatkan ke Korea Selatan (Korsel) dan Jerman lewat program Government to Government (G to G). Ratusan PMI itu sebagian akan ditempatkan sebagai tenaga perawat.
Hal ini disampaikan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat melepas mereka di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV Bispar), Depok, Jawa Barat, Senin (12/10/2026).
“Perjuangan ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan menuju masa depan yang lebih baik. Niatkan kesempatan ini bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk belajar, menambah pengalaman, dan meningkatkan keterampilan,” tutur Mukhtarudin.
Mukhtarudin mengapresiasi peserta yang telah melewati pendaftaran, seleksi, daftar tunggu (roster), hingga penerbitan Standard Labour Contract (SLC). Ia berharap mereka menjadi bagian dari sirkulasi talenta global (brain circulation) dengan membawa pulang pengetahuan, kompetensi, dan jejaring internasional.
Ia juga menanggapi perhatian peserta soal penyesuaian biaya tiket penerbangan pada 12 Oktober 2026. Menurutnya, penyesuaian itu dipengaruhi kondisi global dan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Kementerian P2MI terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga keterjangkauan biaya dan kelancaran pemberangkatan.
Berdasarkan data Kementerian P2MI hingga 12 Oktober 2026, penempatan lewat G to G Korea Selatan mencapai 4.144 orang. Rinciannya, 2.294 pekerja manufaktur, 1.824 pekerja perikanan, dan 26 pekerja sektor jasa. Penempatan lewat G to G Jerman mencapai 138 orang, dan sejak 2023 totalnya 500 orang.
Mukhtarudin berharap penempatan pada 2026 melampaui capaian tahun sebelumnya. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah pekerja yang berangkat, tetapi juga dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Untuk mendukung pengembangan kompetensi, Kementerian P2MI bersinergi dengan Universitas Terbuka agar pekerja migran dapat kuliah sambil bekerja. Pemerintah juga menyediakan program Kejar Paket C bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Mukhtarudin meminta peserta mematuhi aturan negara penempatan, menghormati masa kontrak, menjaga disiplin, dan beradaptasi dengan budaya kerja setempat. Ia mengingatkan 4.230 pekerja migran tercatat mengundurkan diri dari pemberi kerja pada 2021 hingga 30 April 2026.
“Data ini menjadi pengingat bagi para pekerja untuk menjaga kepercayaan pemberi kerja dan menghormati kesepakatan yang telah dibuat,” kata Mukhtarudin.
Ia juga meminta peserta mengelola pendapatan secara bijak dan menghindari judi daring, penipuan digital, serta phishing. Kementerian P2MI menyiapkan Buku Saku Literasi Keuangan tentang pengelolaan penghasilan dan remitansi. Pekerja yang menghadapi kendala di luar negeri dapat mengadu lewat WhatsApp di nomor 0811-8080-141.
“Saudara adalah individu terpilih. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, bekerja dengan sungguh-sungguh, tingkatkan kompetensi, dan kelola penghasilan secara bijak. Jagalah nama baik bangsa dan negara, serta jadikan pengalaman bekerja di luar negeri sebagai bekal untuk kembali ke Tanah Air dengan ilmu, keterampilan, dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.



























