VOICE Indonesia
Pekerja Migran Indonesia

Menteri Mukhtarudin Resmikan Migrant Center di UTB, Siap Genjot Keterampilan Calon PMI

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin(Foto: dok./voiceindonesia.co/kemenp2mi)

VOICEINDONESIA.CO, Bandung – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin meresmikan fasilitas Migrant Center sekaligus membuka kelas pelatihan program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Jawa Barat, Jumat (9/10/2026).

Inisiatif ini difokuskan untuk meningkatkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dari sektor berketerampilan rendah (low-skilled) menuju sektor formal berketerampilan menengah dan tinggi.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa peresmian ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam melakukan transformasi kelembagaan demi pelindungan menyeluruh sejak sebelum keberangkatan, selama penempatan, hingga kembali ke Tanah Air.

“Ini sebagai bentuk keseriusan Bapak Presiden Prabowo akan pentingnya kita menjaga dan mengurus secara serius tentang pekerja migran Indonesia,” kata Mukhtarudin.

Ia menyampaikan bahwa penguatan kapasitas CPMI melalui peningkatan keterampilan (upskilling), kualifikasi (upgrading), serta penguasaan bahasa asing merupakan langkah esensial untuk menjawab tuntutan pasar kerja internasional.

“Menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi sebuah keniscayaan yang harus kita lakukan, tentu sesuai dengan kompetensi global,” ujar Menteri P2MI.

Khusus di UTB Bandung, program SMK Go Global diikuti 169 peserta yang terbagi dalam sembilan kelas (Operation Production, Manufaktur, dan Bahasa Inggris).

Selain itu, KemenP2MI juga memperluas jangkauan vokasi dengan menggandeng 12 kementerian/lembaga serta 258 lembaga vokasi nasional berskala pelatihan 248.141 orang per tahun.

Mukhtarudin berpesan agar para peserta memanfaatkan pelatihan ini untuk menyerap standar dan disiplin kerja global.

“Kepada seluruh peserta, ikutilah pelatihan dengan sungguh-sungguh dan manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Tingkatkan kompetensi, kemampuan bahasa, disiplin, serta pemahaman terhadap budaya kerja di negara tujuan sebagai bekal untuk meraih peluang kerja yang lebih baik,” pesan Menteri Mukhtarudin.

Sementara itu, Rektor UTB Prof. Dr. Muchammad Naseer membeberkan bahwa UTB secara keseluruhan tengah menyiapkan 438 calon talenta global, gabungan dari peserta SMK Go Global, program mandiri ke Jepang, serta kemitraan Pemkot Bandung dan Pemkab Majalengka.

Naseer mengusulkan skema integrasi antara pendidikan tinggi dan program penempatan luar negeri, mengingat kontribusi remitansi pekerja migran yang mencapai sekitar Rp288 triliun per tahun bagi perekonomian nasional.

“Kami sangat berharap ada sinergi yang semakin kuat antara KP2MI dengan Kemendiktisaintek agar pemuda yang belum sarjana tetap memperoleh kesempatan kuliah di Indonesia sambil bekerja di luar negeri. Sehingga pekerjaan dapat, sarjana dapat, penghasilan dapat, ilmu dan mutu pendidikan juga bisa didapatkan secara bersama-sama,” kata Naseer. (af)

Pilihan Redaksi

Pelunasan Biaya Haji 2027 Tunggu Keputusan Presiden Sepekan KedepanNasional

Pelunasan Biaya Haji 2027 Tunggu Keputusan Presiden Sepekan Kedepan

M. Rizki· 09 October 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.