VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Keselamatan Nurul Hasanah (49), warga Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang berada di Libya disorot setelah ia mengaku dipukul dan tetap dipaksa bekerja meski tangannya patah.
Nurul menyampaikan kondisinya dalam video yang diunggah akun resmi DPR RI dan Anggota DPR RI Slamet Ariyadi. Ia mengaku mengalami kecelakaan kerja di rumah majikan hingga tulang tangannya patah, dan kini tidak bisa bekerja normal karena sakit.
“Tolong saya, Pak. Tolong saya, saya ingin pulang,” ujar Nurul dalam video itu.
Nurul menyebut khawatir dengan keselamatannya dan telah melapor ke KBRI. Namun, ia mengaku diarahkan membayar ganti rugi 7.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp110 juta jika ingin pulang.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang Uriantono Triwibowo menyatakan Pemkab Sampang memfasilitasi kepulangan Nurul. Menurutnya, Nurul sudah sekitar delapan bulan di Libya dan kini dalam kondisi sakit.
“Minggu kemarin, putrinya Ibu Nurul sudah menyetorkan dokumen yang dibutuhkan, dan dokumen itu juga sudah dikirim ke kementerian,” ujar Uriantono, Senin (12/10/2026).
Uriantono menyebut Disnaker telah berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kementerian Luar Negeri, dan KBRI untuk mempercepat pemulangan.
Pada kasus pekerja migran lain di Libya, KBRI Tripoli sebelumnya melindungi korban dan Kementerian P2MI membantu menyelesaikan konsekuensi hukum, administratif, dan finansial sebelum korban boleh pulang.



























