VOICEINDONESIA.CO, Karawang – Bhabinkamtibmas Polsek Banyusari, Polres Karawang, Brigadir Alpian Budi K melangsungkan patroli dialogis dan aksi sambang warga ke Dusun Gempol Haji, Desa Jayamukti, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Selasa (21/7/2026).
Langkah preventif ini digelar untuk mensosialisasikan program Polisi Caket dan Polisi RW, sekaligus mengedukasi warga desa terkait bahaya laten Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kehadiran Korps Bhayangkara di tengah pemukiman warga tersebut menjadi bagian dari strategi Polres Karawang dalam merawat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga ke pelosok pedesaan.
Dalam tatap muka langsung bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat, Brigadir Alpian membedah peta kerawanan TPPO, modul perekrutan sindikat, hingga langkah hukum pencegahannya di tingkat tapak.
Edukasi ini dinilai sangat mendesak mengingat tingginya minat masyarakat perdesaan untuk mencari penghidupan di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang kerap kali dimanfaatkan oleh sponsor fiktif dan agen penyalur ilegal.
“Himbauan kepada warga apabila ingin bekerja di luar Negeri atau menjadi TKI/TKW tetap waspada dan jangan mudah tergiur akan mendapatkan gaji besar atau mudah dalam proses pemberangkatannya untuk itu tetap waspada karena banyak menjadi korban Perdagangan orang di luar negeri dan jangan sampai menjadi korban selanjutnya untuk itu warga Jangan dulu mudah percaya, kenali dan cermati dahulu apabila ingin bekerja di luar negeri dari mulai Sponsor dan kantor PT PJTKI tersebut harus resmi,” ungkap Alpian.
Ia menekankan pentingnya verifikasi keabsahan dokumen Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Secara terpisah, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kapolsek Banyusari Iptu Sugiarto menegaskan bahwa sosialisasi literasi hukum ini merupakan bagian dari akselerasi pemolisian masyarakat.
Selain menghempang laju TPPO, kepolisian juga mengibarkan kanal aduan cepat melalui program “Lapor Pak Kapolres” dan “Lapor Pak Kapolsek” guna memangkas durasi respons laporan kejahatan dari warga.
“Bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut dalam rangka menunjang dan mensukseskan Program Quik Wins dan Transformasi Polisi Presisi yang dikumandangkan Kapolres Karawang,” ujar Kapolsek Iptu Sugiarto pada Selasa (21/7/2026).
Ia memaparkan bahwa kegiatan sambang desa bukan sekadar agenda rutin kepolisian, melainkan instrumen vital untuk mempererat jalinan tali silaturahmi serta memupuk rasa saling percaya antara masyarakat dengan jajaran penegak hukum.
Integrasi pendekatan dialogis ini difungsikan pula sebagai jaring aspirasi guna mendeteksi serta menyerap setiap riak potensi konflik sosial yang berkembang di tengah lingkungan pemukiman secara dini.
“Selain itu juga untuk menyerap informasi yang berkembang di masyarakat serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman,” tutur Sugiarto.
Melalui kehadiran polisi berseragam di tengah kesibukan harian warga Dusun Gempol Haji, Polsek Banyusari optimistis ruang gerak para pelaku tindak pidana dapat dipersempit secara signifikan.
“Dengan kehadiran petugas kepolisian ditengah tengah aktifitas masyarakat diharapkan dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tutup Kapolsek Sugiarto.
















