VOICE Indonesia
News

Prabowo Perintahkan Kirim Tim ke Empat Negara untuk Pelajari Hapus Kelaparan

Afifah - VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia di Google
Presiden Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto(Foto: dok./voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya untuk segera mengirimkan tim khusus ke empat negara, yaitu India, Brasil, Tiongkok, dan Vietnam.

Langkah ini diambil secara guna mempelajari cetak biru strategi keberhasilan negara-negara tersebut dalam menghapus kelaparan di wilayah mereka.

Instruksi tersebut ditegaskan Presiden Prabowo saat memimpin jalannya Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026).

Kepala Negara menggarisbawahi bahwa pemerintah tidak boleh memelihara ego sektoral atau ragu untuk menyerap ilmu dari bangsa lain demi menyembuhkan persoalan fundamental rakyat.

"Saya minta belajar, kita belajar dari negara-negara lain, jangan malu belajar. Kirim tim ke India, kirim tim ke Brasil, kirim tim ke Tiongkok, kirim tim ke Vietnam. Belajar bagaimana mereka hilangkan kelaparan," ujar Presiden Prabowo.

Ia memastikan bahwa pemerintah akan tetap maju melangkah dalam mengeksekusi berbagai program jaring pengaman sosial untuk masyarakat miskin, meskipun dihujani kritik tajam oleh pengamat maupun kelompok oposisi.

Bagi Presiden Prabowo, riak kritik terhadap kebijakan afirmatif pangan adalah hal biasa. Hal yang justru wajib diperangi secara habis-habisan oleh kementerian adalah mentalitas korup, praktik manipulasi data, kecurangan distribusi, serta aksi penyelundupan komoditas yang merugikan keuangan negara, bukan langkah nyata untuk menaikkan taraf kesejahteraan masyarakat bawah.

Ia mematok target tinggi bahwa di masa kepemimpinannya, Indonesia tidak boleh lagi memiliki warga negara yang menderita akibat kelaparan.

Ambisi pemenuhan gizi ini diklaim selaras dengan peta jalan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana pencapaian kondisi tanpa kelaparan (zero hunger) menjadi pilar yang tidak bisa ditawar lagi.

Presiden mengingatkan seluruh jajarannya bahwa organisasi internasional sekelas PBB sudah sejak lama membunyikan lonceng peringatan dini terkait ancaman krisis pangan global, kelangkaan energi, dan krisis air bersih akibat perubahan iklim.

Atas dasar mitigasi risiko itulah, penghapusan kemiskinan ekstrem (no poverty) diletakkan sebagai indikator keberhasilan nomor satu di dalam target SDGs universal.

Sebagai penutup arahannya, Presiden Prabowo menjabarkan bahwa selain isu pangan, komitmen Indonesia terhadap SDGs juga mencakup pemenuhan jaminan hidup sehat dan sejahtera (Good Health and Well-being), akses pendidikan berkualitas (Quality Education), kesetaraan gender (Gender Equality), penyediaan air bersih dan sanitasi layak, serta pasokan energi bersih yang terjangkau.

Semua elemen tersebut, termasuk penciptaan lapangan kerja yang layak, pertumbuhan ekonomi inklusif, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, dan reduksi kesenjangan sosial, harus dikerjakan secara paralel guna membawa Indonesia melompat menjadi negara maju. (af)

Ringkasan AI

Presiden Prabowo memerintahkan pengiriman tim ke India, Brasil, Tiongkok, dan Vietnam untuk mempelajari strategi penghapusan kelaparan. Ia menegaskan pemerintah harus fokus memberantas korupsi dan kecurangan demi mencapai target Indonesia tanpa kelaparan sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.

Pilihan Redaksi

Wanita Asal Tanjungpinang Diduga Disekap di MyanmarPekerja Migran Indonesia

Wanita Asal Tanjungpinang Diduga Disekap di Myanmar

Afifah· 20 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.