
SPPI Bagikan Kiat Perencanaan Keuangan bagi Awak Kapal

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Awak kapal perikanan di Kabupaten Pemalang ikuti pelatihan literasi keuangan yang diselenggarakan oleh Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) dan Indonesia Maritime Crewing Agents Association (IMCAA) pada Senin hingga Kamis (8-10/07/ 2024).
Pelatihan literasi keuangan tersebut juga didukung International Labor Organization (ILO) dan dihadiri oleh Ketua Umum Indonesian Maritime Crewing Agents Association, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pemalang dan awak kapal perikanan perikanan.
Pelatihan ini bertujuan agar awak kapal perikanan memiliki tujuan mengelola keuangan keluarga yang mengarah pada perencanaan yang baik, serta kesadaran pentingnya manajemen keuangan dalam keluarga dengan harapan mendapatkan kesejahteraan finansial.
“Tantangan utama pekerja adalah literasi, peningkatan literasi keuangan dapat berdampak baik untuk usaha, uang harus dikelola dengan baik agar tujuan dari mencari uang tercapai,” kata Dina perwakilan International Labor Organization, dikutip VOICEIndonesia.co, pada Senin (15/07/2024).
Baca Juga: Mahasiswa Unhas Inisiasi Budidaya Padi Apung
Dari kegiatan ini juga diharapkan para awak kapal perikananperikanan peserta dapat membedakan kebutuhan dan keuangan dari keinginan agar dapat mengambil keputusan.
“Bahwa nominal yang besar harus ada dampak yang dilakukan Masyarakat, maka harus diperbaiki mindset dan niat dari para pekerja agar uang yang bekerja untuk kita,” kata Ketua Umum SPPI Achdiyanto Ilyas Pangestu.
Metode yang dilakukan pada pelatihan ini dilakukan dengan interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta yang diawali dengan perkenalan diri dengan tujuan seluruh peserta dan fasilitator mengenal secara dekat.
Cara yang digunakan yakni peserta melukis wajah pada secarik kertas kemudian melampirkan nama, asal daerah, pengalaman menjadi awak kapal perikanan dan usaha yang sudah diwujudkan.
Selanjutnya peserta menukar kertas tersebut satu sama lain serta menyebutkan tulisan yang terlampir secara bergantian. Selanjutnya peserta menuliskan harapan pada kertas berwarna pink kemudian ditempelkan pada dinding.
Baca Juga: YLKI Minta Pemerintah Cegah Peredaaran Camilan Ilegal
Pelatihan literasi keuangan ini turut memberikan pedoman bagi peserta dalam menjadi pembeli yang baik, membuat anggaran, membandingkan metode Tabungan, memilih produk Tabungan secara bijak, memilih metode untuk pembiayaan rencana, penggunaan produk pinjaman secara bijak, memilih alat pembayaran yang aman, menggunakan Lembaga keuangan dengan percaya diri dan memberikan wawasan mengenai manajemen risiko serta asuransi, kemudian diadakan review serta post test di akhir sesi pelatihan.
Pelatihan literasi keuangan yang diadakan oleh INCREASE diselenggarakan utnuk 100 peserta dimana dalam pelatihan ini dibagi empat sesi, setiap sesi pelatihan terdiri dari 25 peserta yang terdiri dari awak kapal perikanan.*
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



