VOICE Indonesia
Daerah

Ribuan Ojol Jatim Bakal Demo Tuntut Perlindungan Hukum

Farhan Sunday Mahardika - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
1001009846.jpg
Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai daerah di Jawa Timur dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Surabaya, Selasa 20 Mei 2026.

VOICEINDONESIA.CO, Sidoarjo – Aksi tersebut dipimpin Pj Geranat’s Jatim Achmad Tito bersama Puji Waluyo. Mereka menilai hingga kini para pengemudi transportasi online belum mendapatkan perlindungan hukum yang jelas dari pemerintah.

“Kami ingin pemerintah benar-benar hadir untuk memberikan kepastian hukum bagi driver online. Selama ini kami bekerja di lapangan, tetapi regulasi yang melindungi masih belum jelas,” ujar Achmad Tito, Selasa (19/5/2026).

Dalam aksi besok, massa membawa empat tuntutan nasional. Mulai kenaikan tarif penumpang roda dua (R2), regulasi pengantaran barang dan makanan bagi R2 dan R4, penyesuaian tarif bersih roda empat (R4), hingga mendesak pemerintah pusat segera menerbitkan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia.

Selain tuntutan nasional, Geranat’s Jatim juga menyiapkan sejumlah tuntutan lokal. Di antaranya menolak eksploitasi driver online di zona merah, mengevaluasi program berbayar aplikator, meminta pelibatan komunitas driver dalam penyusunan regulasi transportasi online di Jawa Timur, hingga mendesak biaya parkir driver ditanggung aplikator maupun penumpang di lokasi yang memiliki petugas parkir.

“Kami berharap ada perubahan nyata, bukan sekadar janji. Kesejahteraan driver harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak aplikator,” kata Puji Waluyo.

Meski demikian, rencana aksi tersebut dipastikan tidak diikuti seluruh komunitas ojol di Jawa Timur. Aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (DOBRAK) Jatim memutuskan tidak ikut turun aksi karena menilai terdapat perbedaan arah perjuangan dengan kelompok penggerak demonstrasi.

Humas DOBRAK Jatim, Samuel Grandy, mengatakan organisasinya memilih fokus pada strategi perjuangan internal yang dianggap lebih sesuai dengan visi komunitas mereka.

“Kami memang punya visi dan misi sendiri, sehingga untuk aksi tanggal 20 Mei kami memilih tidak ikut turun bersama teman-teman Geranat’s,” ujar Samuel.

Meski absen dalam demonstrasi, DOBRAK memastikan tuntutan terkait tarif dan kesejahteraan driver tetap menjadi perhatian utama mereka. Samuel berharap pemerintah daerah maupun pihak aplikator membuka ruang komunikasi yang lebih efektif dengan komunitas pengemudi online di Jawa Timur.(fsm)

Ringkasan AI

Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai daerah di Jawa Timur dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Surabaya, Selasa 20 Mei 2026. Massa yang tergabung dalam Aliansi Geranat’s (Gerakan Rakyat Transportasi Online) Jawa Timur itu akan menyuarakan tuntutan terkait kesejahteraa

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.