VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Tiga korban insiden ledakan tabung LPG di kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menjalani perawatan secara intensif pasca operasi di RSUD Dr. Soetomo. Ketiga korban terdiri atas satu perempuan dan dua laki-laki yang mengalami luka bakar cukup serius serta indikasi trauma saluran pernapasan.
Berdasarkan keterangan resmi Direktur RSDS, Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Rabu, 7 Oktober 2026, ketiga pasien rujukan tersebut diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Selasa, 6 Oktober 2026. Pasien perempuan tiba lebih awal sekitar pukul 10.00 WIB, sedangkan dua pasien laki-laki dievakuasi ke IGD sekitar pukul 11.45 WIB.
Setelah menjalani pemeriksaan dan penanganan awal, tim medis mendiagnosis ketiga korban mengalami luka bakar sekitar 20 hingga 25 persen. Luka bakar tersebut tersebar di area wajah, kepala, leher atau dada, serta bagian tubuh lainnya.
Tim dokter juga mendeteksi adanya kecurigaan gangguan saluran pernapasan akibat menghirup asap panas dan gas beracun. Selain itu, ditemukan trauma yang diduga akibat efek ledakan.
Merespons kondisi tersebut, tim medis RSUD Dr. Soetomo langsung melakukan tindakan operasi terhadap ketiga pasien pada Selasa malam. Tindakan tersebut dilakukan untuk menangani kondisi luka bakar dan dampak medis lain akibat insiden ledakan.
"Setelah menjalani tindakan operasi, ketiga pasien saat ini mendapatkan perawatan dan pemantauan di Ruang Observasi Intensif (ROI) pasca operasi RSUD Dr. Soetomo," kata Prof. Cita dalam pernyataan resminya.
Perawatan intensif di ruang ROI dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi luka bakar, fungsi pernapasan, dan kondisi umum pasien dapat dipantau selama 24 jam penuh. Tim medis juga secara berkala mengevaluasi kondisi para korban untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
RSUD Dr. Soetomo memastikan akan terus memberikan pembaruan mengenai kondisi pasien sesuai perkembangan medis. Pembaruan tersebut tetap memperhatikan asas kerahasiaan informasi pasien.
Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu yang belum jelas terkait insiden tersebut. Masyarakat diharapkan merujuk pada sumber informasi resmi dan tidak menyebarluaskan kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.(joe)



























