
Tuntut Penerbitan Keputusan Gubernur, Ribuan Driver Online Blokir Jalan

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya - Ribuan driver online yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (FRONTAL) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Surabaya untuk memperjuangkan hak-hak mereka.
Ribuan driver online dari kelompok R2 dan R4 memulai aksinya sejak kamis pagi dari Frontage Road jalan Ahmad Yani, Surabaya, massa menutup hampir seluruh jalur jalan dan hanya menyisakan satu lajur, hingga mengakibatkan kemacetan parah di wilayah tersebut.
Aksi ini merupakan "Aksi Jilid 6" dari Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal dan bertujuan untuk menagih janji pemerintah provinsi Jawa Timur terkait aturan sistem transportasi online. Massa merasa bahwa saat ini sistem tersebut sepenuhnya dikendalikan oleh aplikator, yang mengakibatkan kerugian besar bagi para driver, terutama dalam hal tarif dan layanan.
"Kami terus melakukan aksi karena sampai saat ini janji pemerintah provinsi Jawa Timur masih terbengkalai. Kami ingin agar segera diterbitkan keputusan gubernur terkait transportasi online," ujar Koordinator akai Samuel Rendi, Kamis (20/7/2023).
Dalam aksi ini, massa mengajukan empat tuntutan utama yang ingin segera diakomodasi oleh pemerintah diantaranya penetapan tarif batas minimal mulai dari jarak 0 hingga 4 KM. Penerapan tarif batas bawah untuk kelompok R2 sebesar Rp. 2.000,-/Km dan kelompok R4 sebesar Rp. 3.800,-/Km. Penerapan standar layanan aplikator yang sama untuk seluruh driver online. Penerbitan keputusan gubernur terkait aturan transportasi online.
Sementara untuk menyampaikan aspirasinya, massa aksi akan mendatangi empat titik kantor pemerintahan, yaitu Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Mapolda Jatim), dan berakhir di Kantor Grahadi Surabaya, untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Timur.
"Sedikitnya ada 4 ribu driver online yang turun hari ini, dengan 4 titik sasaran aksi. Kami berharap, ada hasil positif yang bisa kita bawa untuk kesejahteraan para driver online nantinya." Tambah Samuel.
Sementara itu, terkait dengan aksi hari ini yang menimbulkan kemacetan dan sedikit mengganggu para pengguna jalan, Pihak frontal meminta maaf kepada masyarakat pengguna jalan di Surabaya.
"Kami meminta maaf, jika aksi ini menimbulkan kemacetan, dan mengganggu aktifitas warga Surabaya." Ujar Humas Frontal Daniel Lukas Rorong.(joe)
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



