
Cegah Pelecehan Seksual, TransJakarta Bakal Pakai Pengenal Wajah

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) berencana segera memakai sistem pengenalan wajah (face recognition) untuk mencegah adanya pelecehan seksual di transportasi publik.
"Kemarin, waktu saya ke TransJakarta, kalau dia (pelaku) terdata, coba nanti kita pakai kamera pengawas (CCTV) yang pakai sistem pengenalan wajah (face recognition)," kata Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat ditemui di SMAN 32 Kebayoran Lama, di Jakarta, Jumat.
Heru menjelaskan nantinya jika wajah pelaku terdeteksi oleh kamera pengawas, maka akan langsung dilakukan pemblokiran sehingga tidak bisa mengakses pelayanan TransJakarta untuk seterusnya.
Terkait kapan waktu sistem pengenalan wajah itu akan dilaksanakan, Heru mengatakan untuk secepatnya memanggil pihak terkait.
"Segera saja nanti saya panggil habis ini TransJakarta dan Dinas Perhubungan DKI," katanya
Sebelumnya, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menerjunkan petugas keamanan berseragam yang akan berpatroli di seluruh armada untuk mengantisipasi dan meminimalkan kejahatan pelecehan seksual.
"Kalau selama ini petugas keamanan berjaga-jaga di halte-halte untuk mencegah tindak pidana kriminal. Lantas untuk menghadapi predator seks, petugas-petugas tersebut kita alihkan untuk menjaga ke dalam bus-bus layanan TransJakarta," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT TransJakarta Apriastini Bakti Bugiansri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Apriastini mengatakan petugas pramusapa dan petugas keamanan ini merupakan upaya TransJakarta dalam menekan kasus pelecehan seksual di TransJakarta dan menambah keamanan serta kenyamanan para pelanggan, sekaligus merespon atensi Pj Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Upaya lain, lanjut dia, TransJakarta berupaya memperluas operasi armada bus warna merah jambu atau merah muda khusus untuk perempuan sehingga memperkuat usaha selama ini yaitu ruangan khusus wanita di setiap armada bus dan dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV).
Berdasarkan video yang beredar, Apriastini membenarkan ada kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang pelanggan wanita saat menaiki rute Harmoni-Pulogadung (Koridor 2) pada Senin (20/2) sekitar pukul 19.45 WIB.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



