VOICE Indonesia
Ekonomi

Danantara Habiskan US$250 Juta Beli Saham Perusahaan Migas Amerika

Redaksi VOICE - VOICEIndonesia.co3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
The-Permian-Basin-oilfield-covers-86-000-square-miles-Countless-perforations-of-the
Ilustrasi lapangan migas di Permian Basin(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Danantara Indonesia melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), menanamkan investasi sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4 triliun di perusahaan minyak dan gas bumi asal Amerika Serikat, HighPeak Energy, Inc. (HighPeak).

Investasi strategis tersebut diarahkan tidak hanya untuk memperluas portofolio investasi energi Indonesia secara global, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor hulu migas nasional.

HighPeak merupakan perusahaan yang bergerak dalam akuisisi, pengembangan, eksplorasi, dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin, Texas. Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu pusat produksi minyak terbesar di Amerika Serikat.

Investasi DIM dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel dalam beberapa tahap. Setelah transaksi diselesaikan, DIM juga akan menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HighPeak.

Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan investasi tersebut sejalan dengan mandat Danantara untuk menempatkan investasi pada sektor strategis dengan imbal hasil jangka panjang sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.

“Posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia menjadikannya peluang investasi yang potensial seiring dengan upaya kami membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global. Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat,” jelas Pandu dalam keterangannya, Selasa (6/10).

Menurutnya, pengalaman HighPeak dalam mengembangkan aset migas di Permian Basin dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas sektor hulu migas Indonesia.

Permian Basin sendiri menyumbang sekitar 48% produksi minyak mentah Amerika Serikat sepanjang 2025, berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (U.S. Energy Information Administration).

Pertumbuhan produksi di wilayah tersebut sejak 2007 antara lain didorong penerapan teknologi pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau hydraulic fracturing (fracking).

Teknologi tersebut dinilai berpotensi menjadi referensi bagi pengembangan lapangan migas darat yang telah memasuki fase matang di Indonesia, sepanjang kondisi reservoir mendukung.

Kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan program pelatihan dan penugasan kerja atau secondment bagi tenaga kerja Indonesia. Program ini diharapkan membuka ruang pertukaran pengalaman dan keahlian teknis antara tenaga kerja Indonesia dengan HighPeak.

Presiden dan Chief Executive Officer HighPeak Michael Hollis mengatakan perusahaan mengoperasikan portofolio aset berskala besar yang didominasi minyak di Permian Basin.

“HighPeak mengoperasikan portofolio aset berskala besar yang didominasi minyak di Permian Basin. Kami percaya kerja sama dengan DIM akan mengakselerasi pengembangan aset tersebut melalui investasi berkelanjutan, termasuk perluasan program pengeboran. Kemitraan ini mempertemukan para investor jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama terhadap pertumbuhan dan penciptaan nilai yang berkelanjutan,” ungkap Hollis.

Selain memberikan akses terhadap aset migas di Amerika Serikat, skema investasi tersebut memberikan DIM perlindungan terhadap penurunan nilai investasi serta peluang memperoleh manfaat dari kenaikan nilai ekuitas HighPeak melalui konversi menjadi saham biasa.

DIM juga memiliki opsi untuk berpartisipasi dalam penawaran saham HighPeak berikutnya melalui mekanisme private placement.

Danantara menegaskan investasi tersebut merupakan bagian dari mandat investasi yang dilakukan secara disiplin dengan orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Penyelesaian transaksi tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan yang berlaku serta kepatuhan terhadap kebijakan terkait.

Ringkasan AI

Danantara Indonesia melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), menanamkan investasi sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4 triliun di perusahaan minyak dan gas bumi asal Amerika Serikat, HighPeak Energy, Inc. Investasi strategis tersebut diarahkan tidak hanya untuk memperluas portofolio investasi energi Indonesia secara global, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor hulu migas nasional.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

20 Tahun Tak Ada Perubahan, RI-Malaysia Bakal Perpanjang MoU Perlindungan PMIPekerja Migran Indonesia

20 Tahun Tak Ada Perubahan, RI-Malaysia Bakal Perpanjang MoU Perlindungan PMI

S Nurafifa· 06 October 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.