
Danantara Investasi Rp 110 Triliun, Serap 6.000 Tenaga Kerja

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan program hilirisasi merupakan agenda strategis prioritas Presiden Republik Indonesia. Proyek lintas sektor mulai dari energi, pangan, hingga mineral dan logam ini disebut akan mengurangi ketergantungan impor secara bertahap.
"Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja," ujar Rosan dalam peresmian serentak pada Jumat (6/2/2026). Peresmian serentak ini menandai dimulainya implementasi proyek-proyek prioritas hilirisasi fase I yang dikelola secara terintegrasi. Proyek-proyek ini diklaim sebagai fondasi penguatan struktur industri nasional dan pengurangan ketergantungan impor secara bertahap. "Ke depan, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global," tegasnya. Baca Juga : Pertamina Mulai Konstruksi Pabrik Bioetanol dan Biorefinery Proyek-proyek yang diresmikan meliputi pembangunan pabrik bioethanol PTPN III di Banyuwangi berkapasitas 100 Kilo Liter Per Day, tiga pabrik garam PT Garam dengan total kapasitas 380.000 ton per tahun, fasilitas pengolahan bauksit-alumina-aluminium MIND ID di Mempawah, serta fasilitas hilirisasi poultry terintegrasi ID FOOD di Malang dan lima lokasi lain. Proyek biorefinery Pertamina di Cilacap juga menjadi bagian dari program hilirisasi yang diresmikan. Danantara Indonesia yang dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 memastikan proyek-proyek prioritas dapat direalisasikan secara disiplin dan tepat waktu. Investasi sebesar US$ 7 miliar untuk penyerapan 6.000 tenaga kerja langsung menunjukkan proyek hilirisasi ini bersifat padat modal. Setiap tenaga kerja langsung membutuhkan investasi lebih dari Rp 18 miliar, mencerminkan karakteristik industri hilirisasi yang menggunakan teknologi tinggi dan otomasi. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



