VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kesalahpahaman soal siapa yang membiayai program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akhirnya diluruskan langsung oleh Danantara Indonesia. Banyak pihak yang mengira Danantara yang merogoh kocek untuk membangun ekosistem ekonomi desa itu, padahal faktanya seluruh pendanaan berasal dari pemerintah.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria menegaskan Danantara hanya berperan membantu pelaksanaan program, bukan sebagai sumber dana. Perusahaan-perusahaan di bawah Danantara memang dilibatkan, tapi semua pekerjaan yang mereka lakukan tetap dibayar oleh negara.
"Perlu dijelaskan bahwa peran Danantara dalam program tersebut adalah membantu pemerintah menjalankan program, tetapi uang yang digunakan bukan uang Danantara. Uangnya adalah uang pemerintah," tegas Dony dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Dony menjelaskan tujuan utama Kopdes Merah Putih adalah membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat dan terintegrasi. Melalui program ini distribusi pupuk ke petani akan lebih tertata, hasil pertanian akan diserap melalui kerja sama dengan Bulog, dan akses pembiayaan masyarakat diperluas melalui fungsi simpan pinjam koperasi.
Pemerintah juga menyiapkan skema kredit berbunga rendah yang disalurkan melalui jaringan koperasi dengan melibatkan Permodalan Nasional Madani. Presiden Prabowo telah mengarahkan agar bunga kredit yang sebelumnya bisa mencapai 24 persen diturunkan drastis menjadi sekitar 8 persen.
Dony memastikan program ini tidak akan mengganggu orientasi bisnis Danantara sebagai entitas komersial.
"Danantara tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai entitas komersial, sementara penugasan pemerintah dibiayai oleh negara sesuai ketentuan yang berlaku," pungkas Dony.



























