
Pemerintah Tambah Delapan Mal Pelayanan Publik di Daerah Tertinggal

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Yang membedakan peresmian kali ini dengan sebelumnya adalah penekanan pada kesiapan SDM dalam melayani kelompok rentan. Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Otok Kuswandaru menyebut kompetensi petugas garis depan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
"Peresmian delapan MPP pada semester pertama 2026 ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyederhanaan proses layanan, integrasi layanan lintas sektor, serta kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan," kata Otok.
Dengan peresmian ini, jumlah MPP di seluruh Indonesia bertambah dari 305 menjadi 313 unit. Namun penambahan kuantitas ini diiringi rangkaian kegiatan bertajuk Transformasi MPP sebagai Simpul Layanan Terintegrasi dan Inklusif, yang menghadirkan seminar penguatan kompetensi SDM operasional MPP, termasuk pelatihan sensitivitas pelayanan bagi kelompok rentan.
Pelatihan ini menyasar petugas layanan terdepan atau frontliner dan pengelola MPP, agar mereka mampu menghadirkan layanan yang setara, adaptif, responsif, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya masyarakat umum yang selama ini menjadi standar layanan.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



