VOICE Indonesia
Ekonomi

CELIOS Usul Dana MBG Dialihkan untuk Tambal Subsidi BBM

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Direktur Ekonomi Digital CELIOS Nailul Huda mengusulkan realokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menahan beban subsidi BBM, khususnya Pertalite, guna meredam potensi lonjakan inflas
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda mengusulkan realokasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap bulan untuk menambal beban subsidi BBM yang membengkak. Ia menilai program prioritas nasional itu tidak menimbulkan efek ekonomi yang signifikan dan banyak masalah.

Sebagaimana diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) mengelola dana MBG dengan proyeksi pengeluaran rata-rata bulanan berkisar antara Rp22 hingga Rp23 triliun per bulan,

"Saya melihat, prioritas pemerintah saat ini adalah membendung kenaikan harga BBM subsidi, khususnya Pertalite. Karena ketika Pertalite naik, maka inflasi bisa naik tajam," kata Nailul kepada VOICEINDONESIA.CO, Minggu (18/5/2026) malam.

Nailul menjelaskan dampak kenaikan BBM bukan hanya ke pemilik kendaraan tapi juga kepada masyarakat secara umum. Biaya distribusi meningkat dan harga-harga kebutuhan pokok juga meningkat.

"Dampak kenaikan bukan hanya ke pemilik kendaraan, tapi juga kepada masyarakat secara umum. Biaya distribusi meningkat, harga-harga kebutuhan pokok juga meningkat," ujarnya.

Kebijakan untuk menahan harga BBM Pertalite yang saat ini dilakukan pemerintah dinilai sudah dalam on the track. Namun, tinggal bagaimana pemerintah melakukan realokasi anggaran untuk menambal beban subsidi yang sudah pasti membengkak.

"Salah satunya adalah realokasi dari dana MBG yang jumlahnya puluhan triliun setiap bulan. Toh, program MBG ini juga tidak menimbulkan efek ekonomi yang signifikan, dan banyak masalah," katanya.

Nailul menjelaskan jikapun tidak mau realokasi dari MBG, opsi lain adalah infrastruktur yang tidak dibutuhkan atau pengadaan militer yang juga besar angkanya.

"Tidak ada salahnya program ini dihentikan terlebih dahulu sembari berhemat dan evaluasi. Jikapun tidak, maka yang paling gampang realokasi adalah infrastruktur yang tidak dibutuhkan, atau paling gampang pengadaan militer yang juga besar angkanya," tegasnya.

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.