
Imbal Hasil Obligasi AS Naik, HPE dan Harga Referensi Emas Kompak Melemah

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turut memicu turunnya Harga Patokan Ekspor (HPE) dan harga referensi emas untuk periode kedua Mei 2026. Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas sebagai aset non-yield.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menjelaskan anjloknya harga tersebut dipengaruhi oleh penguatan dolar AS. Selama periode pengumpulan data, harga emas turun sebesar 1,72 persen dan memasuki fase koreksi yang mendorong aksi profit taking oleh investor.
"Kemudian, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas sebagai aset, turut memicu turunnya HPE dan HR emas," ujar Tommy dalam keterangan di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Tommy menjelaskan harga emas kini memasuki fase koreksi dan konsolidasi yang mendorong aksi ambil untung oleh investor setelah sempat menguat pada periode sebelumnya. HPE emas ditetapkan sebesar 150.555,29 dolar AS per kilogram turun 1,72 persen dari sebelumnya yang sebesar 153.194,87 dolar AS per kilogram.
Sementara itu HR emas turun menjadi 4.682,80 dolar AS per troy ounce dari 4.764,90 dolar AS per troy ounce. Penurunan ini berlaku untuk periode 15-31 Mei 2026 sesuai Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1343 Tahun 2026.
"Penurunan HPE dan HR emas dipengaruhi oleh penguatan dolar AS," katanya.
Penetapan HPE dan HR emas dituangkan dalam Kepmendag tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian ESDM yang mengacu pada London Bullion Market Association.
Penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. Koordinasi ini memastikan penetapan harga sesuai dengan kondisi pasar global dan kepentingan nasional.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



