VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo mencatat penurunan kerugian finansial akibat serangan siber hingga 90 persen secara tahunan. Capaian tersebut menjadi salah satu hasil transformasi keamanan siber yang dilakukan perusahaan untuk memperkuat perlindungan data dan menjaga keandalan layanan digital.
Selain menekan kerugian, Jamkrindo juga berhasil memangkas waktu respons terhadap insiden siber atau Mean Time to Respond (MTTR) sebesar 87,5 persen. Waktu tanggap kini dapat dilakukan dalam sekitar satu jam.
Sementara itu, waktu penemuan dan pemulihan data turun 83,3 persen, dari sebelumnya 12 jam menjadi hanya dua jam. Dari sisi tata kelola, tingkat kepatuhan keamanan juga meningkat menjadi 95 persen, atau naik 20 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Direktur Operasional dan Jaringan Jamkrindo Sigit Tjahjo Prabowo mengatakan capaian tersebut menunjukkan pentingnya menempatkan keamanan siber sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar aspek teknis teknologi informasi.
“Transformasi dalam penguatan tata kelola teknologi informasi menjadi momentum bagi Jamkrindo untuk membangun ketahanan digital yang lebih kuat. Kami menempatkan keamanan siber sebagai bagian dari strategi bisnis melalui penguatan teknologi, proses, dan kompetensi sumber daya manusia,” ujar Sigit.
Penguatan keamanan siber Jamkrindo dilakukan secara bertahap sejak 2021, mulai dari pembangunan fondasi keamanan, evaluasi kapabilitas, otomasi pengamanan, hingga pada tahun 2024-2029 pihaknya fokus pada perbaikan berkelanjutan.
Dalam prosesnya, Jamkrindo mengembangkan tiga pilar utama, yakni Cyber Strategy Framework berbasis kerangka kerja NIST, Cybersecurity Intelligent Platform dengan arsitektur Zero Trust, serta pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk membantu mendeteksi dan menganalisis potensi ancaman.
Transformasi tersebut juga melibatkan peningkatan kesadaran keamanan informasi di seluruh lini perusahaan. Jamkrindo menempatkan sumber daya manusia, proses, dan teknologi sebagai satu kesatuan dalam membangun ketahanan digital.
Penguatan keamanan siber dinilai penting bagi Jamkrindo untuk menjaga keberlangsungan layanan penjaminan, termasuk mendukung akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Atas transformasi tersebut, Jamkrindo meraih penghargaan Cybersecurity kategori Financial Services dalam The Indonesia Technology Excellence Awards 2026 yang diselenggarakan Asian Business Review.
Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat kemampuan pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan terhadap ancaman siber, termasuk mengembangkan pemanfaatan AI secara adaptif dengan tetap memperhatikan tata kelola dan kebutuhan bisnis. (rnm)



























