
Kemlu: Kemitraan ekonomi ASEAN-GCC meluas secara signifikan

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Kemitraan ekonomi ASEAN dan GCC (Kerja Sama Teluk) mengalami perluasan yang signifikan selama bertahun-tahun yang didorong kekuatan ekonomi yang kaya, unik, dan saling melengkapi
"ASEAN dengan ekonominya yang beragam dan keluarga regional yang terintegrasi telah muncul sebagai pusat global untuk manufaktur, elektronik, dan layanan," kata Yayan pada acara Assessing Opportunities and Challenges in ASEAN-GCC Interactions yang digelar di Jakarta, Selasa.
Yayan mengatakan pasar tenaga kerja yang kompetitif di pendanaan, rantai pasokan, jaringan, dan komitmen terhadap integrasi ekonomi terhadap kerangka kerja, seperti Komunitas Ekonomi Asia telah memperkuat perannya dalam perdagangan global.
GCC telah lama dikenal sebagai pusat energi dan tenaga listrik global dan memasok sebagian besar minyak dan gas dunia, katanya. GCC juga telah mendiversifikasi ekonominya dengan berinvestasi dalam infrastruktur, proyek layanan keuangan dan energi terbarukan.
Baca Juga : Kemlu RI: 77 persen kasus hukum WNI di Kamboja terkait penipuan daring
"Diversifikasi ekonomi ini selaras dengan kebutuhan ASEAN akan energi, keamanan, transfer teknologi, dan investasi dalam proyek pembangunan berkelanjutan," katanya.
Namun demikian, lanjut Yayan, untuk mewujudkan potensi penuh dari kemitraan tersebut diperlukan penanganan tantangan kritis. Perbedaan regulasi antara kerangka kerja multi-negara ASEAN dan penyakit regional standar mempersulit masuk pasar dan kepatuhan perdagangan.
Hambatan-hambatan itu termasuk terbatasnya rute perdagangan langsung dan minimnya infrastruktur transportasi.
"Menambah biaya pengiriman dan waktu transit serta hambatan tarif dan non-tarif juga menambah kompleksitas yang menghasilkan daya saing dalam industri-industri tertentu," katanya.
Oleh karena itu, Yayan berpendapat bahwa kedua kawasan harus memprioritaskan harmonisasi regulasi ancaman, menyederhanakan prosedur bea cukai dan berinvestasi dalam infrastruktur transportasi dan digital. *
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



