
Kerja Sama Industri Kayu Indonesia - Amerika Tidak Terpengaruh Dinamika Kesepakatan Dagang

Baca Juga : Impor 105 Ribu Pikap dari India Disebut Ancam Industri Otomotif Nasional Dedy menegaskan yang diimpor adalah bahan baku, sementara nilai tambah manufaktur, desain, dan ekspor tetap dilakukan di Indonesia. Pernyataan ini merespons kekhawatiran bahwa kemitraan tersebut akan menggantikan kayu domestik sebagai bahan baku utama. Selama ini, nilai belanja industri furnitur Indonesia terhadap American hardwood mencapai sekitar 30 juta dolar AS per tahun. Asmindo memproyeksikan angka ini akan meningkat hingga 100 juta dolar AS dalam beberapa tahun ke depan dengan adanya ART. Proyeksi peningkatan drastis ini menjadi pertanyaan mengingat putusan MA AS yang membatalkan tarif resiprokal. Belum jelas bagaimana pembatalan tersebut akan mempengaruhi target peningkatan impor kayu keras Amerika yang mencapai lebih dari tiga kali lipat. Peningkatan impor dinilai sebagai konsekuensi dari pertumbuhan produksi furnitur ekspor Indonesia yang menggunakan kombinasi kayu lokal dan kayu keras impor premium untuk segmen pasar menengah atas. Melalui kemitraan ini, kedua pihak menjajaki penggunaan kayu keras AS pada berbagai kategori produk seperti solid wood furniture dan komponen interior. Kerja sama juga mencakup pertukaran informasi spesies dan standar kualitas kayu keras AS, dialog teknis terkait pengolahan dan keberlanjutan, serta fasilitasi jejaring bisnis. Tahap awal implementasi difokuskan pada penjajakan pasar dan peningkatan pemahaman teknis material. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Menguji Keseriusan Negara: Segera Sahkan Perubahan Ketiga UU PMI dan Ratifikasi ILO C188!
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



