
Pemerhati Jasa Keuangan Masyarakat Minta OJK Periksa Komut Bank Mayapada

Jakarta - Lembaga Pemerhati Jasa Keuangan (LPJKM) mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan untuk memeriksa Komisaris Utama (Komut) PT Bank Mayapada Internasional Tbk (IDX: MAYA), Dato Sri Tahir terkait dengan dugaan penyimpangan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
Dewan Pendiri LPJKM Yoga Hermawan menyampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya pelanggaran batas maksimum pemberian kredit Bank Mayapada kepada 4 korporasi hingga Rp 23,50 Triliun.
“Ini menjadikan pekerjaan rumah yang besar bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera mengungkap kasus tersebut, Berdasarkan data BPK negara mengalami kerugian mencapai Rp 130 triliun lebih. Seharusnya ini menjadi tanggung jawab dari OJK segera menangani semua informasi yang menyangkut kinerja Bank Mayapada,” jelas Yoga Hermawan dalam rilisnya yang diterima voiceIndonesia.co (14/7).
Ia menambahkan bahwa adanya kredit macet di Bank Mayapada juga sebagai bentuk kegagalan OJK menjalankan fungsinya yang harus dijadikan bahan evaluasi bersama.
"ini perlu di evaluasi yang menyeluruh, karena jika kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak maksimal, maka tidak menutup kemungkinan banyak lembaga sektor keuangan akan menjalankan usahanya secara ugal-ugalan.” tambahnya.
Diakhir, Ia meminta OJK berani melakukan tugasnya dengan baik dan tegas kepada siapapun yang melanggar aturan perbankan.
“Kalo banyak kasus yang dikakukan oleh Perbankan Nasional, maupun swasta, atau Bank-bank besar maupun kecil, didiamkan dan tidak cepat ditangani oleh OJK, makan akan berdampak sangat buruk terhadap iklim Investasi dinegara kita,” pungkasnya
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



