VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan opsi pembukaan pasar domestik bagi obligasi China muncul dalam pembahasan bilateral dengan Menteri Keuangan China Lan Fo'an di sela Pertemuan Musim Semi IMF-World Bank pada 13-17 April di Washington. Kerja sama ini diharapkan memperkuat hubungan ekonomi bilateral Indonesia-China di sektor keuangan.
"Kami sudah berhubungan dengan ICBC, mereka siap untuk menjalankan ke sana," kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Purbaya mengaku telah bertemu dengan Industrial and Commercial Bank of China yang menyatakan siap berpartisipasi dalam penerbitan Panda Bond. China memiliki likuiditas yang memadai serta pasar keuangan berkapasitas besar sehingga diyakini mampu menyerap instrumen utang pemerintah Indonesia.
Purbaya menjelaskan pasar China menaruh kepercayaan yang cukup kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Penilaian pasar China terhadap Indonesia tidak rentan terpengaruh oleh peringkat kredit sehingga memberikan keuntungan tersendiri bagi pemerintah dalam penerbitan obligasi.
Pasar keuangan China juga menawarkan imbal hasil kompetitif dengan rentang 2,3 persen hingga 2,5 persen. Menkeu menegaskan diversifikasi pembiayaan diperlukan agar Indonesia tidak tergantung ke pembiayaan Amerika Serikat atau negara-negara barat.
"Kita tetap diversifikasi supaya nggak tergantung ke pembiayaan Amerika Serikat atau negara-negara barat," katanya.
Purbaya menargetkan rencana penerbitan surat utang global berdenominasi Yuan atau Panda Bond dapat terealisasi pada Juni 2026. Ia telah menerima laporan dari Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan Suminto untuk segera bertolak ke China membahas rencana penerbitan ini.
Penerbitan Panda Bond merupakan strategi diversifikasi pembiayaan agar APBN lebih kokoh karena tidak bergantung pada satu sumber tertentu. Realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp257,4 triliun per 31 Maret 2026 yang terdiri atas pembiayaan utang sebesar Rp258,7 triliun dan pembiayaan non utang Rp1,3 triliun.
"Mungkin bulan depan, tetapi Pak Suminto sudah mengajak saya ke China," pungkasnya.



























