VOICE Indonesia
Ekonomi

Program Perbaikan Sekolah Serap 238 Ribu Tenaga Kerja, Ekonomi Lokal Ikut Menggeliat

Afifah - VOICEIndonesia.co
Program Perbaikan Sekolah Serap 238 Ribu Tenaga Kerja, Ekonomi Lokal Ikut Menggeliat
Program Perbaikan Sekolah Serap 238 Ribu Tenaga Kerja, Ekonomi Lokal Ikut Menggeliat
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (Rapid) berhasil menyerap sebanyak 238.131 tenaga kerja lokal di seluruh Indonesia melalui skema perbaikan sekolah swakelola. Program ini melibatkan berbagai elemen pekerja, mulai dari insinyur, pengawas proyek, hingga buruh bangunan yang berasal dari masyarakat sekitar lokasi sekolah. Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa model swakelola yang melibatkan pihak sekolah dan orang tua murid ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga yang sebelumnya menganggur.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir, Arab Saudi Pastikan Jadwal Haji 2026Berjalan Normal Data Kantor Staf Presiden (KSP) menunjukkan bahwa setiap satu proyek perbaikan sekolah rata-rata memberdayakan sekitar 22 pekerja lokal. "Secara keseluruhan tercatat 238.131 pekerja yang terlibat dalam program ini sebagai pekerja bangunan, mulai dari insinyur, pengawas proyek, dan tenaga pendukung lainnya," kata Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Selain membuka lapangan kerja konstruksi, program Rapid turut menggerakkan sekitar 58.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Baca Juga: Komisi X DPR Minta PJJ Tidak Diterapkan Secara Nasional, Ini Alasannya Para pelaku usaha yang terdampak positif meliputi penyedia bahan bangunan lokal hingga pedagang makanan dan minuman di sekitar area proyek. Aktivitas ini juga dilaporkan memicu pertumbuhan pada sektor transportasi dan jasa penyewaan alat di daerah. "Ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan Rapid secara swakelola tidak hanya memperbaiki fasilitas pendidikan tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya," jelas Qodari. Hingga 11 Maret 2026, pemerintah mencatat sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan fisik dari total target 16.167 satuan pendidikan yang ditetapkan pada tahun 2025. Pemerintah memastikan sisa unit yang masih berjalan akan segera dituntaskan dalam waktu dekat. Memasuki tahun 2026, program Rapid diproyeksikan akan melakukan ekspansi besar-besaran dengan target revitalisasi mencapai 71.000 sekolah. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui penguatan konsumsi lokal. (af/hi) Pilihan Redaksi: Reformasi Perlindungan Upah Awak Kapal Perikanan Asing Taiwan

Baca Berita Lainnya di Google News 

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
#Lapangan pekerjaan#Satuan Pendidikan#sekolah swakelola
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.