VOICE Indonesia
Health

Alkohol Dihentikan Rusia Saat Produksi vaksin

Redaksi - VOICEIndonesia.co
Alkohol Dihentikan Rusia Saat Produksi vaksin
Alkohol Dihentikan Rusia Saat Produksi vaksin
JAKARTA, AKUUPDATE.ID - Penerima vaksin corona Sputnik V yang diproduksi di Rusia disarankan untuk tidak meminum-minuman alkohol selama dua bulan, baik sebelum dan sesudah vaksinasi dilakukan. Rospotrebnadzor Anna Popova, kepala keamanan konsumen Rusia, menyampaikan instruksi itu pada Selasa (8/12). Instruksi ini sejalan dengan rekomendasi Wakil Perdana Menteri Tatyana Golikova Dia menyerukan untuk menghindari alkohol dan imunosupresan selama 42 hari. "Asupan alkohol perlu dihentikan setidaknya dua pekan sebelum imunisasi," kata Popova saat wawancara dengan Radio Komsomolskaya Pravda. Baca Juga : Pasien Covid-19 di Pakistan Meninggal Kekurang Oksigen Dia menambahkan, bahwa penerima vaksin harus berhenti minum-minuman beralkohol "42 hari setelah suntikan pertama" karena kekebalan sedang dibentuk dan membutuhkan kehati-hatian. "Itu membebani tubuh. Jika kita ingin tetap sehat dan memiliki respons kekebalan yang kuat, jangan minum alkohol," kata Popova. Diketahui, Rusia adalah salah satu konsumen alkohol terbesar di dunia, meskipun jumlah ini telah menurun sejak 2003. Dilansir Moscow Times, Popova juga menyarankan agar penerima vaksin tidak merokok baik sebelum dan sesudah vaksinasi karena asap tembakau dapat mengiritasi paru-paru dan mengganggu respons imun. Menanggapi anjuran Popova, Kepala Penelitian Gamaleya Alexander Gintsburg mengatakan meskipun seseorang tidak boleh mengonsumsi alkohol sebelum atau sesudah vaksinasi, tapi tidak masalah jika hanya meminum segelas alkohol. "Segelas sampanye tidak akan menyakiti siapa pun," ujarnya. Baca Juga : Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), IDAI Menilai Masih Aman Pusat penelitian Gamaleya adalah institusi yang mengembangkan vaksin Sputnik V. Meski pun Sputnik V masih menjalani uji klinis pasca-registrasi untuk keamanan, tapi upaya vaksinasi Covid-19 di Rusia telah dimulai di Moskow sejak akhir pekan lalu. Gamaleya mengatakan vaksin berbasis adenovirus tersebut 95 persen efektif melawan virus corona Pejabat kesehatan setempat memperkirakan 100 ribu orang telah menerima vaksin Sputnik V, termasuk relawan uji coba vaksin dan anggota militer. Sejauh ini, Rusia mencatat lebih dari 2,5 juta kasus Covid-19 dan 44 ribu kematian. (Alfin)

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#COVID-19#kemenkes#rusia#vaksin Sputnik V
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.