
RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengusulkan agar proyeksi kebutuhan keterampilan masa depan atau future skills forecasting menjadi salah satu fokus kerja sama dalam BRICS CONNECT. Hal ini disampaikan pada Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan BRICS di Hyderabad, India, Rabu (15/7/2026).
Usulan ini bertujuan membantu negara-negara BRICS mengantisipasi perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat perkembangan teknologi dan transisi ekonomi hijau.
Yassierli menjelaskan pemetaan keterampilan masa depan akan membantu negara-negara BRICS memahami perubahan kebutuhan pasar kerja dan menyelaraskan kebijakan pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja.
"Dalam BRICS CONNECT Indonesia melihat pentingnya memperkuat pemahaman bersama mengenai kebutuhan ketenagakerjaan dan keterampilan di masa depan, karena itu Indonesia mengusulkan agar future skills forecasting menjadi salah satu fokus kerja sama," kata Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Yassierli juga memaparkan pengalaman Indonesia dalam memperkuat ketahanan pasar kerja melalui perluasan akses pelatihan dan jaminan sosial bagi pekerja informal, pembentukan Satuan Tugas PHK, penguatan Program JKP, serta perluasan kesempatan kerja bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah terpencil.
Sebagai langkah konkret tahun ini pemerintah membangun pusat pelatihan vokasi dan layanan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas yang dilengkapi teknologi asistif. Indonesia juga menargetkan 150 ribu peserta Magang Nasional dan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional tahun ini.
"Indonesia memandang BRICS sebagai platform strategis untuk memperkuat south-south cooperation, saling belajar, dan menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi pekerja, dunia usaha, dan masyarakat," ujarnya.
Yassierli menegaskan Indonesia hadir di BRICS untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar dari negara-negara anggota lainnya dalam membangun dunia kerja yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
"Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh negara anggota BRICS untuk membangun dunia kerja yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, kami siap berbagi dan siap belajar," tegasnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



