
Hantavirus Mulai Menyebar, WHO Mulai Buka Suara Terkait Usulan Larangan Perjalanan
5 Mei 2026 pukul 09.35

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Anggota DPRD DKI Abdul Aziz meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menyosialisasikan vaksin cacar monyet lebih gencar lagi kepada masyarakat khususnya di tempat ibadah.
"Sosialisasi harus ke tempat banyak berkumpul seperti ke lingkungan RT, RW, hingga tempat ibadah," kata Abdul saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 22 November 2023.
Abdul menuturkan pemerintah khususnya Dinas Kesehatan DKI harus lebih tegas mengantisipasi agar masyarakat bisa lebih memahami pentingnya vaksinasi.
Menurutnya, pencegahan ini jangan hanya berfokus pada vaksin saja. Namun juga sosialisasi yang lebih rinci dan dilakukan di tempat berkumpulnya banyak orang untuk meningkatkan waspada.
Sosialisasi ini bisa meliputo apa itu cacar monyet, gejala, penularan dan pencegahan, hingga bagaimana penanganan yang perlu diketahui banyak orang.
Baca Juga: Beberapa Syarat Menteri dan Kepala Daerah Bisa Kampanye Pemilu
Meski kebanyakan pengidap cacar monyet merupakan lelaki, menurutnya sosialisasi harus merata dan tidak memandang siapapun.
"Harusnya ditekankan standar kesehatannya seperti dampaknya jelas hingga risikonya yang tinggi," tuturnya.
Dengan demikian, adanya sosialisasi ini sebagai upaya pencegahan cacar monyet dengan tujuan meningkatkan kesadaran terhadap ancaman penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
Berdasarkan data terbaru, Dinkes DKI Jakarta mencatat sebanyak 24 dari 41 penderita cacar monyet di DKI Jakarta sepanjang 2023 sudah selesai diisolasi atau dinyatakan sudah sembuh.
Sebanyak 41 kasus berdomisili di Jakarta itu dilaporkan pada Selasa, 21 November 2023. Semua pasien merupakan laki-laki berusia 25-50 tahun, bergejala ringan dan tertular dari kontak seksual.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mulai memberikan vaksinasi cacar monyet (monkeypox) dosis kedua kepada 495 orang yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama.
"Vaksinasi dosis dua mulai dilakukan kemarin 21 November sebanyak seribu dosis untuk 495 orang yang sudah diberikan dosis 1 sebelumnya," kata Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (DInkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama.
Imigrasi⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

5 Mei 2026 pukul 09.35


24 Desember 2025 pukul 02.04

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Belum ada komentar.