
Hantavirus Mulai Menyebar, WHO Mulai Buka Suara Terkait Usulan Larangan Perjalanan
5 Mei 2026 pukul 09.35

VoiceIndonesia, Jakarta - Keluarga dan teman merupakan sumber dukungan sosial dalam hidup agar seseorang mampu mendapatkan kebahagiaan, demikian kata psikolog sekaligus dosen Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta Sri Juwita Kusumawardhani.
"Keluarga dan teman adalah sumber dukungan sosial yang kita miliki dalam hidup. Sebagai makhluk sosial, kita punya keinginan untuk berbagi, contohnya merayakan kesuksesan bersama, dan ingin memperoleh dukungan saat sedang menghadapi kesulitan," tutur Wita seperti dikutip Antara.
Wita menjelaskan bahwa berdasarkan buku "Happiness - Concept, Measurement, & Promotion", terdapat empat faktor dalam kebahagiaan yang disebut 4F, yaitu Faith (keyakinan), Fitness (kebugaran), Family (keluarga), dan Friends (teman).
Untuk itu, menurut Wita, kehadiran keluarga dan teman tentu akan membuat hidup seseorang menjadi lebih bermakna. Selain itu, seseorang juga akan merasa bahwa kehadirannya sangat berguna bagi orang lain.
Oleh karena itulah, dia mengatakan penting untuk membangun hubungan yang berkualitas dengan orang-orang di sekitar. Dengan keluarga misalnya, pastikan untuk memiliki waktu yang menyenangkan bersama mereka.
"Artinya, ada ritual bersama untuk melakukan interaksi antaranggota keluarga. Sesederhana makan bersama, ibadah bersama, atau nonton televisi dan main games bersama," ujar Wita.
Yang terpenting, menurut Wita, semua anggota keluarga fokus menjalin koneksi, tidak terpecah atensinya dengan bekerja atau melakukan hal lain. "Saling berkomunikasi dengan positif tanpa mengatakan hal yang menyakiti dan saling menghargai," katanya.
Selain keluarga dan teman, Wita mengatakan dua faktor lainnya yakni faith (keyakinan) dan fitness (kebugaran) juga tak kalah penting untuk meraih kebahagiaan. Menurut dia, faith tidak diartikan sempit sebagai pemeluk agama tapi juga secara spiritual meyakini adanya harapan dalam hidup.
"Contohnya, ada orang yang kondisi finansialnya tidak stabil atau tidak terlalu baik, tapi karena mereka percaya bahwa akan ada rezeki yang cukup dalam menjalani hidup maka mereka bisa tetap merasa bahagia," katanya.
Sementara fitness, Wita mengatakan hal tersebut berarti kesehatan fisik dan mental. "Ketika seseorang bisa makan makanan sehat, tidur cukup, dan berolahraga, maka dia akan merasakan dampak positif pada tubuh dan pikiran sehingga dia lebih mudah untuk merasa bahagia," katanya.
Imigrasi⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

5 Mei 2026 pukul 09.35


24 Desember 2025 pukul 02.04

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Belum ada komentar.