VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyiapkan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) baru guna mengatasi konflik dualisme kepengurusan di Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).
Regulasi ini dirancang untuk menyatukan kembali ekosistem kepemudaan nasional menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.
"Dalam Permenpora (yang disiapkan), kami juga sudah mendorong perihal dualisme-dualisme itu, harus pelan-pelan hilang," kata Erick Thohir di Jakarta, dikutip Rabu (14/10/2026).
Menpora menjelaskan bahwa dualisme internal organisasi selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam mewujudkan pembenahan dan penyelarasan pembangunan pemuda secara terpadu di Indonesia.
Melalui aturan baru tersebut, Kemenpora mengarahkan setiap OKP yang memiliki kepengurusan ganda untuk mengakhiri perpecahan melalui kongres bersama. Pemerintah tegas hanya akan mengakui dan memfasilitasi legalitas kepengurusan hasil kesepakatan kongres resmi.
"Jadi, OKP yang ada dualisme atau lebih dari dua versi kepengurusan, silahkan bersepakat melakukan kongres, dan dukungan kami mengacu ke hasil kongres," katanya.
Menpora menerangkan, OKP yang telah menuntaskan kongres dapat menyerahkan berkas hasilnya kepada Kemenpora untuk diverifikasi sebelum didaftarkan ke Kementerian Hukum guna memperoleh legalitas hukum yang sah.
Erick mencontohkan proses penyatuan organisasi pemuda Hindu yang berjalan responsif dan langsung ditindaklanjuti. Pihaknya berharap skema serupa dapat diterapkan pada OKP lain yang tengah mengalami perpecahan kepengurusan maupun dalam federasi cabang olahraga.
"Mudah-mudahan nanti hal itu bisa juga pelan-pelan ke organisasi lainnya seperti KNPI yang pecah tujuh dan lain-lain, ataupun di olahraga yang masih ada kendala dualisme," katanya.
Selain penyelesaian dualisme, Menpora turut mengimbau pengurus OKP terpilih untuk menghentikan pemborosan anggaran demi acara seremonial pelantikan yang mewah. Erick meminta dana organisasi dialokasikan langsung untuk program-program yang berdampak nyata bagi pemuda.
"Dari pada sewa hotel, sewa ini, mendingan dana itu menggerakkan program yang riil dari pada cuma seremoni saja," katanya. (af)























