VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh aktivitas pelayanan publik dan operasi penanganan bencana nasional tetap berjalan normal pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
BNPB menjamin tim lapangan tetap bekerja maksimal memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera.
"Aktivitas kantor tentu sedikit berpengaruh, tetapi pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana tugas tanggung jawab kami dalam mengelola penanganan bencana di Indonesia," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Mengenai perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa dana siap pakai bencana yang menyeret institusinya, Berton menegaskan pihak BNPB sepenuhnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan di lembaga antirasuah.
"BNPB tentu menghormati kewenangan aparatur penegak hukum untuk menangani perkara ini sehingga nanti kita harapkan nanti ada pernyataan resmi dari KPK," kata dia.
Berton membeberkan bahwa pihak internal BNPB secara resmi belum menerima daftar perincian nama personel yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.
"Seperti yang kami sampaikan tadi, kami sampai saat ini belum mendapatkan nama-nama siapa yang menjadi OTT tersebut," jelas Berton.
Secara terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa penyidik mengamankan 14 orang dalam OTT ke-22 KPK sepanjang 2026 tersebut, termasuk Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan pihak swasta.
"Dalam peristiwa ini, tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa.
Budi menambahkan, seluruh pihak yang terjaring kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sebelum pimpinan KPK menentukan status hukum mereka melalui gelar perkara.
"Untuk detail siapa saja, nanti kami sampaikan lebih lanjut. Hal yang pasti, terhadap 14 orang ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, baik dari pihak-pihak di BNPB maupun pihak-pihak swasta yang diduga terkait dengan peristiwa ini," katanya.
"Malam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini," katanya.
Konfirmasi atas giat penindakan OTT di lingkungan BNPB tersebut sebelumnya juga telah dibenarkan langsung oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto.
"Benar," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto. (af)























