VOICE Indonesia
Internasional

Iran : Uranium Tidak Termasuk Dalam Negosiasi dengan Amerika

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Bendera Iran dan Amerika Serikat terlihat di dekat simbol radioaktif dalam ilustrasi yang menggambarkan polemik perundingan uranium di tengah proses negosiasi damai kedua negara.
Ilustrasi ketegangan diplomatik terkait negosiasi program nuklir antara Iran dan Amerika Serikat.(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Istanbul – Bantahan ini disampaikan Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Bagheri di sela konferensi keamanan internasional di Moskow, Rusia, Rabu (27/5/2026).

"Isu ini tidak ada dalam agenda negosiasi," kata Bagheri dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Fars.

Pernyataan Bagheri ini merespons langsung klaim Trump pada Senin (25/5/2026) yang menyebut persediaan uranium diperkaya milik Iran akan segera diserahkan ke Washington untuk dimusnahkan atau dihancurkan di lokasi yang disepakati bersama.

Ketegangan pernyataan ini muncul di tengah proses diplomatik yang masih berjalan. Washington dan Teheran saat ini tengah menjalani negosiasi yang dimediasi Pakistan guna mengakhiri perang yang pecah sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian dibalas oleh Teheran.

Kontradiksi terbuka antara klaim Trump dan penolakan Iran ini memperlihatkan betapa jauhnya jarak yang masih harus ditempuh kedua pihak sebelum kesepakatan damai benar-benar bisa terwujud.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.