VOICEINDONESIA.CO, Istanbul – Bantahan ini disampaikan Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Bagheri di sela konferensi keamanan internasional di Moskow, Rusia, Rabu (27/5/2026).
"Isu ini tidak ada dalam agenda negosiasi," kata Bagheri dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Fars.
Pernyataan Bagheri ini merespons langsung klaim Trump pada Senin (25/5/2026) yang menyebut persediaan uranium diperkaya milik Iran akan segera diserahkan ke Washington untuk dimusnahkan atau dihancurkan di lokasi yang disepakati bersama.
Ketegangan pernyataan ini muncul di tengah proses diplomatik yang masih berjalan. Washington dan Teheran saat ini tengah menjalani negosiasi yang dimediasi Pakistan guna mengakhiri perang yang pecah sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian dibalas oleh Teheran.
Kontradiksi terbuka antara klaim Trump dan penolakan Iran ini memperlihatkan betapa jauhnya jarak yang masih harus ditempuh kedua pihak sebelum kesepakatan damai benar-benar bisa terwujud.



























