VOICE Indonesia
Internasional

China Serukan Genjatan Senjata Abadi di Teluk

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Iran menyatakan tengah menyusun kerangka perdamaian 14 pasal dengan Amerika Serikat dan berharap kesepakatan final dapat tercapai dalam 30 hingga 60 hari setelah nota kesepahaman rampung.
Iran menyatakan tengah menyusun kerangka perdamaian 14 pasal dengan Amerika Serikat dan berharap kesepakatan final dapat tercapai dalam 30 hingga 60 hari setelah nota kesepahaman rampung.

VOICEINDONESIA.CO, New York – China semakin aktif mengambil peran di tengah konflik yang masih membara di kawasan Teluk. Menteri Luar Negeri Wang Yi menyerukan gencatan senjata yang komprehensif dan abadi, menegaskan bahwa perang yang terjadi seharusnya tidak pernah meletus sejak awal dan tidak punya alasan untuk terus berlarut-larut.

Seruan itu disampaikan Wang Yi saat bertemu dengan Menlu Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani di sela sidang tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB, New York, Selasa (26/5/2026). Wang hadir selaku pemimpin pertemuan DK PBB sekaligus mewakili China yang memegang presidensi dewan itu sepanjang Mei 2026.

Dalam pertemuan itu, Wang menegaskan China sebagai sahabat dan mitra sejati negara-negara Teluk dengan tulus berharap kawasan tersebut bisa kembali damai dan tenteram secepatnya.

"Prioritas utamanya adalah mendorong gencatan senjata yang komprehensif dan berkelanjutan," ujar Wang.

Wang juga mendesak seluruh komunitas internasional untuk melipatgandakan tekanan demi perdamaian. Ia secara tegas menentang segala tindakan yang berpotensi memperburuk situasi atau memperparah eskalasi di kawasan Teluk dan Timur Tengah.

"Masyarakat internasional harus menggandakan upayanya untuk mendorong perdamaian dan bersama-sama berupaya mewujudkan deeskalasi, dan khususnya, menentang tindakan yang memanaskan situasi atau meningkatkan ketegangan," tegasnya.

China turut menyatakan dukungan penuh terhadap upaya mediasi Pakistan dan negara lain yang terlibat dalam proses perdamaian. Beijing juga menyatakan siap berkoordinasi erat dengan Bahrain serta anggota DK PBB lainnya agar dewan tetap berada di jalur penyelesaian politik yang konstruktif demi perdamaian yang langgeng di Timur Tengah.

Bahrain pun menyambut positif sikap Beijing itu. Zayani menyampaikan negaranya menghargai upaya aktif China dalam mendorong gencatan senjata dan perdamaian di kawasan, sekaligus berharap China bersedia memainkan peran yang lebih besar ke depannya.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.