Film, Game, hingga AI Jadi Fokus Pengembangan Industri Kreatif Indonesia
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menaker Yassierli menyebut subsektor film, game, dan aplikasi sebagai yang paling potensial dalam menyerap tenaga kerja besar-besaran. Potensi itu dinilai harus segera digarap dengan penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus bergerak cepat.
"Sektor ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor prioritas seperti film, game, dan aplikasi, memiliki potensi serapan tenaga kerja yang sangat besar," kata Yassierli.
Kedua kementerian sepakat mempercepat pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional dan Magang Nasional sebagai stimulus ekonomi sekaligus penyiapan SDM industri kreatif. Kemnaker juga berkomitmen menyusun kurikulum pelatihan vokasi khusus yang mengakomodasi kebutuhan 17 subsektor ekonomi kreatif, termasuk program reskilling bagi pekerja terdampak PHK melalui Jaminan Kehilangan Pekerjaan.
Selain itu, Kemnaker akan mempercepat penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang ekonomi kreatif dan memfasilitasi sertifikasi profesi melalui BNSP agar talenta kreatif Indonesia mendapat pengakuan resmi di tingkat nasional maupun global.
Menekraf Teuku Riefky Harsya menyebut kolaborasi pada semester II 2026 ini akan menjadi fondasi penguatan kerja sama kedua kementerian hingga 2029.
"Kita matangkan dan fokus pada sektor animasi, film, fesyen, dan AI. Setelah itu, kita akan melakukan survei bersama para pemangku kepentingan, terutama BLK yang memiliki spesialisasi di bidang fesyen," ujarnya.
Pilihan Redaksi
Kejagung Tidak Akan Sita Motor Listrik BGN
Kejaksaan Agung tidak akan menyita motor-motor listrik dalam proyek pengadaan senilai Rp1 triliun di Badan Gizi Nasional era kepemimpinan Dadan Hindayana karena barang-barang tersebut sudah tersebar di berbagai wilayah. Penyidik hanya mengambil sampel dan menelusuri jejak pengadaannya.Direktur Penyi
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.


















