VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Pekerja Migran Indonesia Harus Bisa Isi Posisi Strategis di Luar Negeri

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co1 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Ilustrasi seorang pekerja migran Indonesia membawa paspor dan perlengkapan perjalanan di area keberangkatan bandara.
Ilustrasi pekerja migran Indonesia bersiap berangkat ke luar negeri melalui bandara internasional.(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Hal itu mengemuka dalam rapat antara Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin di Jakarta, Sabtu (30/5/2026), sebagai tindak lanjut arahan Presiden soal penguatan perlindungan dan peningkatan kualitas pekerja migran.

Salah satu terobosan yang dibahas adalah Program SMK Go Global yang menargetkan penyaluran 500 ribu pekerja migran pada periode 2026 hingga 2029. Program ini dirancang menjembatani kesenjangan antara lulusan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja global, termasuk melalui peningkatan kemampuan bahasa dan keterampilan kerja.

Rachmat juga mendorong konsep perlindungan berbasis desa atau village based protection agar desa tidak sekadar jadi sumber tenaga kerja, tetapi juga menjadi bagian aktif dari ekosistem perlindungan pekerja migran.

"Kalau konsep village based protection worker benar-benar berjalan, ini akan menjadi konsep baru dalam pembangunan nasional. Pembangunan dimulai dari desa, tetapi input dan peluangnya bisa berasal dari luar negeri," ungkap Rachmat.

Bappenas juga menekankan pentingnya integrasi data melalui pengembangan Satu Data Pekerja Migran Indonesia. Data yang terpadu dinilai krusial untuk memetakan lokasi penempatan sekaligus memperkuat sistem perlindungan pekerja migran secara lebih efektif dan terukur dari hulu ke hilir.

Ringkasan AI

Paradigma pengiriman tenaga kerja ke luar negeri harus berubah. Bappenas menegaskan penempatan pekerja migran Indonesia tidak boleh lagi terjebak di sektor kelas bawah, melainkan harus bergerak menuju pekerjaan berkualitas dan bernilai tambah tinggi di pasar global.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.