VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Ketenagakerjaan

Banyak Industri Padat Karya Hengkang, Pemerintah Diminta Evaluasi

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia di Google
Presiden Sarbumusi Irham Ali Saifuddin
Presiden Sarbumusi Irham Ali Saifuddin(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menyoroti industri padat karya di sektor tekstil, garmen, sandang, dan kulit sebagian besar tidak hanya tutup tetapi pindah ke negara lain seperti Kamboja dan Vietnam.

Indonesia dinilai harus melakukan evaluasi atas hengkangnya investasi padat karya yang selama ini menjadi alat paling efektif menyerap tenaga kerja formal.

Presiden Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin mengingatkan pemerintah untuk lebih melihat aspek ekonomi di bawah kepemimpinan Prabowo.

"Beberapa tahun terakhir terjadi gelombang deindustrialisasi, banyak perusahaan terutama sektor padat karya yang berguguran, sementara investasi baru untuk sektor manufaktur sedang seret," kata Irham saat dihubungi VOICEINDONESIA.CO, Selasa (9/6/2026).

Sektor manufaktur dan padat karya selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan kelas menengah Indonesia dalam 10 hingga 20 tahun terakhir.

"Industri padat karya di sektor tekstil, garmen, sandang, dan kulit sebagian besar gugur, bukan hanya tutup tapi juga pindah ke negara lain seperti Kamboja dan Vietnam," ujarnya.

Ia menegaskan Indonesia harus segera mengevaluasi diri atas kondisi ini.

"Sebagai sebuah negara kita harus bermuhasabah, apa yang salah yang terjadi di republik ini sehingga investasi padat karya bukannya nambah tapi malah berguguran," katanya.

Sarbumusi mendorong pemerintah fokus mendatangkan investasi berkualitas yang dikonversi menjadi lapangan kerja formal sebanyak dan seberkualitas mungkin.

"Pemerintah sebaiknya fokus dan melakukan semua cara untuk mendatangkan investasi yang sebesar-besarnya ke Indonesia di mana investasi ini akan dikonversi dalam bentuk penciptaan lapangan kerja sebanyak dan seberkualitas mungkin," ujarnya.

Fenomena deindustrialisasi ini dinilai semakin mendorong tren informalisasi yang berbahaya bagi kualitas ketenagakerjaan nasional.

"Ketika kita semakin terjebak di informality maka kita akan menjauhi situasi kerja layak atau decent jobs," tegasnya.

Ringkasan AI

Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menyoroti industri padat karya di sektor tekstil, garmen, sandang, dan kulit sebagian besar tidak hanya tutup tetapi pindah ke negara lain seperti Kamboja dan Vietnam. Indonesia dinilai harus bermuhasabah atas hengkangnya investasi padat karya

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Imigrasi Tangkal Dua WNA Penyelenggara Lari DiskriminatifImigrasi

Imigrasi Tangkal Dua WNA Penyelenggara Lari Diskriminatif

VOICE Indonesia· 24 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.