VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Health

Pemerintah Harus Perbaiki Sistem Kerja Tenaga Kesehatan

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi
VOICE Indonesia di Google
Foto menggambarkan seorang tenaga medis mengenakan jas dokter dan stetoskop duduk di depan tumpukan berkas administrasi, laptop, dan rekam medis dengan kepala tertunduk menahan lelah.
Ilustrasi tenaga kesehatan yang mengalami kelelahan akibat tingginya beban kerja.(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru'yat menyoroti meninggalnya tiga dokter peserta program internsip dalam waktu yang berdekatan sebagai sinyal serius bahwa beban kerja tenaga kesehatan sudah melampaui batas dan perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Kejadian ini muncul di tengah defisit dokter nasional yang masih mencapai sekitar 120 ribu dari kebutuhan 544 ribu dokter.

Achmad menegaskan peristiwa tersebut tidak boleh diabaikan karena mencerminkan kondisi sistemik yang lebih dalam dalam tata kelola tenaga kesehatan Indonesia.

"Meninggalnya tiga dokter internsip dalam waktu yang relatif singkat menunjukkan beratnya beban kerja yang mereka hadapi, karena itu perlu ada penyesuaian dan peningkatan kesejahteraan bagi tenaga kesehatan," kata Achmad dilansir Sabtu (25/7/2026).

Achmad juga menyoroti beban administratif yang masih membebani tenaga medis di puskesmas sehingga mengurangi waktu pelayanan kepada pasien. Ia mendesak KemenPAN-RB menyusun strategi agar tenaga medis bisa lebih fokus melayani masyarakat.

"Kami masih menemukan tenaga kesehatan di puskesmas dibebani pekerjaan administratif yang cukup besar, KemenPAN-RB perlu memiliki strategi agar tenaga medis dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat daripada disibukkan dengan penyusunan laporan," ujarnya.

Achmad juga mendorong pemerintah memberikan nilai tambah dalam jenjang karier bagi dokter yang bertugas di wilayah perbatasan, kepulauan, dan daerah terpencil agar distribusi tenaga medis lebih merata.

"Dokter-dokter yang bekerja di wilayah perbatasan, kepulauan, dan daerah terpencil perlu mendapatkan nilai tambah dalam jenjang karier mereka, jangan sampai para dokter hanya menumpuk dan lebih memilih bekerja di perkotaan," tegasnya.

Ringkasan AI

Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru'yat menyoroti meninggalnya tiga dokter internsip sebagai tanda beban kerja tenaga kesehatan sudah sangat berat dan perlu perhatian serius pemerintah. Ia mendesak perbaikan sistem kerja, pengurangan beban administratif, serta pemberian insentif karier bagi dokter di daerah terpencil agar distribusi tenaga medis lebih merata.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Imigrasi Tangkal Dua WNA Penyelenggara Lari DiskriminatifImigrasi

Imigrasi Tangkal Dua WNA Penyelenggara Lari Diskriminatif

VOICE Indonesia· 24 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.