VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Hukum

Korupsi di Imigrasi Tanda Integritas Aparat Penjaga Kedaulatan Negara Lemah

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi
VOICE Indonesia di Google
Gedung KPK dengan latar transparan simbol Direktorat Jenderal Imigrasi dalam ilustrasi penyelidikan dugaan korupsi dan pemerasan izin tinggal WNA.
Ilustrasi Korupsi Imigrasi(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kasus korupsi yang menjerat eks Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim dan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkap lemahnya integritas aparat di garda terdepan penjaga kedaulatan negara. Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo mengingatkan imigrasi bukan sekadar mesin penghasil PNBP dari layanan visa tetapi harus menjadi benteng utama menjaga kedaulatan negara.

Yanuar menegaskan screening terhadap setiap orang yang masuk ke Indonesia harus dilakukan secara ketat dan disertai integritas aparat yang kuat.

"Imigrasi bukan hanya soal mengejar PNBP dari visa tetapi juga menjaga kedaulatan negara, screening terhadap setiap orang yang masuk ke Indonesia harus benar-benar dilakukan dengan baik disertai integritas aparat yang kuat," kata Yanuar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Yanuar memperingatkan praktik pungli masih berpotensi terjadi selama masih ada tahapan manual yang belum terdigitalisasi. Seluruh pemberkasan harus memanfaatkan teknologi termasuk kecerdasan buatan untuk memvalidasi dokumen agar tidak ada lagi ruang penyalahgunaan kewenangan.

"Digitalisasi tidak boleh lagi menyisakan tahapan manual yang berpotensi membuka ruang penyalahgunaan kewenangan," ujarnya.

Yanuar juga menyoroti pentingnya memperkuat screening mengingat sekitar 25 juta orang keluar masuk Indonesia setiap tahun. Indonesia perlu memastikan setiap orang yang masuk memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi bukan justru membuka peluang penyalahgunaan izin tinggal.

"Kami ingin memastikan orang yang masuk ke Indonesia memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, screening harus diperkuat agar tidak muncul persoalan seperti overstay atau penyalahgunaan visa untuk bekerja secara ilegal," tegasnya.

Ringkasan AI

Kasus korupsi di Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkap lemahnya integritas aparat penjaga kedaulatan negara. Anggota DPR Yanuar Arif Wibowo menekankan pentingnya digitalisasi dan penguatan screening untuk mencegah penyalahgunaan izin tinggal dan menjaga keamanan negara.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Imigrasi Tangkal Dua WNA Penyelenggara Lari DiskriminatifImigrasi

Imigrasi Tangkal Dua WNA Penyelenggara Lari Diskriminatif

VOICE Indonesia· 24 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.