
Dari PMI ke Penggerak Ekonomi, Kisah Midah Bangun Kemandirian Lewat SPPG

VOICEINDONESIA.CO, Serang – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten melakukan kunjungan kerja strategis ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Jumat (24/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan menyusun rencana program ketahanan ekonomi melalui kolaborasi pemberdayaan berbasis komunitas bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna.
Inisiatif ini menonjolkan peran Midah Dahmalia, seorang PMI Purna yang sukses menjadi mitra pengelola SPPG Cigoong.
Baca Juga: Orang Tua Ungkap Kejanggalan Hingga Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Jogja
Midah berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar dengan melibatkan sesama purna migran sebagai relawan, tenaga kerja, hingga pemasok bahan baku dapur melalui sistem rantai pasok inklusif.
Produk usaha purna migran seperti sayur-mayur segar dan produk olahan kini diserap langsung oleh SPPG sebagai bahan baku utama.
Midah Dahmalia menjelaskan bahwa keterlibatan rekan-rekan sesama purna migran merupakan kunci kemandirian ekonomi pasca bekerja di luar negeri.
“Kami ingin membuktikan bahwa setelah kembali dari luar negeri, Pekerja Migran Indonesia Purna bisa mandiri dan berdaya di tanah kelahirannya sendiri. Di SPPG Cigoong, kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi rekan-rekan untuk menyuplai hasil tanam atau produk makanan mereka, asalkan memenuhi standar kualitas. Ini adalah upaya kita bersama untuk saling memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Midah.
Baca Juga: Tergiur Iklan TikTok, Warga Muna Barat Nyaris Jadi Korban TPPO
Model kolaborasi ini mendapat apresiasi tinggi dari BP3MI Banten karena dinilai selaras dengan misi pemerintah dalam memberikan perlindungan berkelanjutan di aspek ekonomi dan sosial.
Perwakilan BP3MI Banten, Theresia Evy Lonita, menegaskan komitmen institusinya untuk mereplikasi skema kemitraan ini di wilayah lain agar potensi lokal dapat terserap maksimal.
“Kunjungan kami hari ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap program integrasi ketahanan ekonomi. Apa yang dilakukan Ibu Midah di SPPG Cigoong merupakan contoh nyata bagaimana skema kemitraan dapat menyerap potensi lokal secara maksimal. Kami dari BP3MI Banten berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendorong agar ekosistem seperti ini semakin luas, sehingga Pekerja Migran Indonesia Purna tidak hanya sekedar kembali, tapi juga menjadi penggerak ekonomi di daerahnya,” tegas Theresia. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Hilangnya Paspor Siti: Modus Baru Sindikat TPPO? Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



