Pemerintah Akui Ada Gap Besar antara Dunia Kerja dan Kampus
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi menyebut tanpa kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademis, lulusan kampus akan terus kesulitan masuk ke pasar kerja karena kurikulum yang tidak selaras dengan kebutuhan industri.
"Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi dan riset. Di sisi lain, Kemnaker memegang mandat untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten dan memperluas kesempatan kerja," ujar Cris dilansir Rabu (10/6/2026).
Lewat kerja sama ini, lulusan ketiga kampus akan mendapat akses ke program pelatihan, sertifikasi, magang, dan penempatan kerja. Kemnaker juga mendorong penguatan hard skills dan soft skills agar lulusan tidak sekadar mengantongi ijazah tanpa kompetensi yang relevan di lapangan.
Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa jauh kerja sama ini bisa mengubah nasib para lulusan yang selama ini kesulitan bersaing di pasar kerja. Pengangguran terdidik masih menjadi persoalan yang belum tuntas, dan MoU semacam ini baru akan berarti jika diikuti program konkret yang benar-benar menjangkau mahasiswa di lapangan.
Pilihan Redaksi
NasionalEmpat Personel TNI Hadapi Vonis Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Hari pembuktian tiba bagi empat personel TNI yang duduk di kursi pesakitan Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Rabu (10/6/2026) pagi ini, sidang pembacaan putusan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus digelar mulai pukul 09.00 WIB di ruang sidang Garuda.Keempat ter
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
















