
Wamen P2MI Minta Daerah Siapkan Calon Pekerja Migran Kompeten Sejak Dini

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam menyiapkan calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Hal tersebut disampaikan Dzulfikar saat menerima audiensi Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin (3/2/2026).
Pemerintah pusat mendorong perubahan paradigma agar pekerja migran tidak hanya dipandang sebagai pencari kerja, melainkan sebagai duta bangsa yang membawa nama baik negara.
Baca Juga: Angka Kemiskinan NTT Tembus 94 Ribu, Solusinya Kerja ke Luar Negeri?Oleh karena itu, Dzulfikar meminta kesiapan tenaga kerja dimatangkan sejak dari tingkat desa dan kelurahan, terutama dalam aspek kompetensi dan sertifikasi keahlian agar mampu bersaing di pasar internasional seperti Jepang, Korea Selatan, dan Jerman.
“Kita ingin mengubah paradigma. Pekerja Migran bukan sekadar pencari kerja, tapi duta bangsa. Karena itu penyiapannya harus matang sejak dari hulu, yakni desa dan kelurahan,” ujar Dzulfikar dalam pertemuan tersebut.
Selain peningkatan keahlian vokasi, Wamen P2MI menyoroti pentingnya literasi migrasi aman guna menekan risiko tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Ia mendorong adanya sinkronisasi data antara pencari kerja di daerah dengan sistem informasi pasar kerja global milik kementerian agar informasi peluang kerja legal dapat tersampaikan secara transparan.
Baca Juga: 45 WNI Rentan Dipulangkan Lewat Batam, Ada Nenek Penderita DemensiaWali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan kesiapan daerahnya yang memiliki potensi SDM muda yang besar.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Lubuk Linggau akan memetakan sektor kerja yang diminati warga serta menyusun program pelatihan bahasa dan keterampilan teknis yang sesuai dengan standar kebutuhan pasar kerja internasional.
Dukungan dari Kementerian P2MI diharapkan dapat memperkuat sarana dan prasarana pelatihan di daerah.
Dengan persiapan yang matang di level lokal, diharapkan para pekerja migran asal Lubuk Linggau tidak hanya mendapatkan kepastian kerja, tetapi juga perlindungan hukum yang maksimal selama berada di luar negeri. (af/hi)
Pilhan Redaksi: Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



