VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berhenti pada empat tersangka yang sudah ditetapkan dalam kasus suap auditor BPK oleh Bupati Muara Enim Edison. Lembaga antirasuah itu kini menelusuri kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang terlibat sekaligus melacak ke mana saja aliran uang suap mengalir.
Kasus ini berawal dari suap yang bersumber dari PT Millenium Solusi Abadi selaku supplier smart board di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim. Perusahaan itu diduga mengalirkan uang ke Pemkab Muara Enim untuk menjaga hubungan baik, dan sebagian uang kemudian mengalir ke auditor BPK untuk mengondisikan temuan audit pengadaan tersebut.
"Tentu penyidik tidak berhenti di titik ini. KPK masih akan terus melacak dan menelusuri ke mana saja dugaan aliran uang tersebut," tegas Jubir KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/06/2026).
Empat tersangka yang sudah ditetapkan adalah Bupati Muara Enim Edison, Sekretaris Disdikbud Abi Nurwardani, ASN BPK berinisial Titin, dan pihak swasta berinisial Angga. Edison bahkan kini berstatus tersangka dua perkara sekaligus karena sebelumnya sudah lebih dulu ditetapkan dalam kasus suap di Disdikbud.
KPK juga akan menyisir seluruh audit BPK di Pemkab Muara Enim untuk memastikan apakah praktik pengondisian temuan audit ini hanya terjadi pada pengadaan smart board atau meluas ke pengadaan-pengadaan lainnya.
"Apakah temuan audit ini hanya berkaitan dengan itu saja atau terkait dengan audit untuk pengadaan-pengadaan lainnya. Nanti semuanya pasti akan ditelusuri oleh penyidik," pungkas Budi.


















