VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) korban kecelakaan kapal ikan di perairan utara Skotlandia telah kembali ke Indonesia. Mereka tiba di Indonesia pada Sabtu (10/10/2026) dengan difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London.
Ketiga belas ABK itu merupakan kru kapal ikan FV Genesis A19. Kapal tersebut kandas di gugus batuan sekitar Island of Hoy, lepas pantai Skotlandia, pada 1 Oktober 2026. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) setempat menyelamatkan para ABK bersama sejumlah kru dari negara lain.
“Menindaklanjuti laporan yang diterima, KBRI London melakukan penanganan cepat dan berkoordinasi dengan pihak pemilik kapal serta manning agent yang memberangkatkan para ABK dari Indonesia,” tulis keterangan KBRI London, Minggu (11/10/2026).
Tim SAR mengevakuasi para ABK ke Kota Kirkwall, Orkney Island. Mereka berada di sana selama beberapa hari, lalu berangkat ke Manchester sebagai titik pemulangan.
“Setelah melalui perjalanan panjang hampir tiga hari menggunakan kapal ferry, bus, dan kereta api, pada tanggal 8 Oktober 2026 keseluruh ABK akhirnya tiba di Manchester didampingi perwakilan pemilik kapal,” tulis KBRI London.
KBRI London memantau kondisi para ABK sejak awal penanganan. Mereka memastikan hak ketenagakerjaan para ABK terpenuhi, termasuk gaji dan kompensasi dari pemberi kerja. KBRI London juga menerbitkan dokumen perjalanan pengganti paspor bagi ABK yang kehilangan paspor saat kejadian.
Manning agent akan membantu para ABK pulang ke daerah asal masing-masing.
“KBRI London menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak termasuk pemilik kapal, manning agent, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan, dalam upaya penanganan dan pemulangan para ABK ke tanah air,” tulis KBRI London.



























