DPR Desak Pemerintah Perjelas Posisi Koperasi Desa di Tengah BUMDes
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mendesak pemerintah pusat untuk segera memberikan kejelasan regulasi terkait posisi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Langkah ini dinilai mendesak lantaran keberadaan lembaga ekonomi baru tersebut memicu kebingungan dan kekhawatiran akan terjadinya tumpang tindih kewenangan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah berjalan.
Sofwan mengungkapkan, banyak kepala desa di lapangan yang mempertanyakan arah, mekanisme, serta masa depan tata kelola KDMP karena absennya payung hukum yang sinkron dari pusat.
“Para kepala desa mempertanyakan masa depan KDMP karena sampai sekarang posisinya dinilai belum jelas di tengah keberadaan BUMDes,” ujar Sofwan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Selain persoalan dualisme lembaga usaha tersebut, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VI ini juga menyoroti masalah pelik seputar status kepemilikan dan pengelolaan aset desa.
Banyak pemerintah desa saat ini membutuhkan jaminan kepastian hukum yang kuat agar pemanfaatan aset daerah tidak terseret ke dalam pusaran sengketa administratif maupun masalah hukum di kemudian hari.
Merespons dua kendala utama di tingkat akar rumput tersebut, politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan ini mendesak Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk bergerak cepat menyusun regulasi yang tegas, komprehensif, dan tersinkronisasi.
Sofwan menegaskan, kepastian regulasi dari jajaran kementerian sangat krusial agar pemerintah desa memiliki pedoman operasional yang seragam dan terukur.
Sinkronisasi aturan dari pusat dinilai menjadi kunci utama agar aparatur desa tidak menjadi korban kebingungan birokrasi dalam mengeksekusi kebijakan nasional.
Melalui penguatan regulasi yang jelas mengenai tata kelola KDMP dan perlindungan aset, Sofwan berharap seluruh program pembangunan yang dicanangkan desa dapat berjalan optimal, akuntabel, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa. (af)
Pilihan Redaksi
Heboh Teror Pocong Jadi-Jadian di Sejumlah Daerah
Media sosial dihebohkan dengan peredaran video yang memperlihatkan aksi pocong jadi-jadian yang nekat membawa senjata tajam. Fenomena ini diduga merupakan modus kriminalitas baru yang sengaja digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk menakuti-nakuti masyarakat sebelum melancarkan aksi pencuria
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.


















