VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Melalui konsep baru ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mematok target tinggi agar tingkat penyerapan para lulusan pelatihan vokasi di dunia usaha maupun industri minimal mampu menyentuh angka 80 persen.
Langkah strategis tersebut merupakan bagian dari upaya keras Kemnaker dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang selaras dengan dinamika kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri saat ini.
Konsep mini campus sengaja dirancang untuk mengubah wajah dan fungsi BPVP agar tidak lagi sekadar menjadi tempat kursus pelatihan kerja biasa.
“Konsep mini campus ini dirancang agar BPVP tidak hanya menjadi tempat pelatihan kerja. Nantinya, BPVP akan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran vokasi yang terintegrasi, adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja, dan mandiri,” ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Yassierli menjelaskan bahwa sebagai mini campus, ke depannya BPVP akan diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran vokasi yang ditopang oleh sarana, prasarana modern, serta adopsi teknologi mutakhir.
Upaya pemutakhiran fasilitas ini bertujuan agar para lulusan tidak hanya menguasai keterampilan teknis dasar, melainkan juga dibekali kemampuan berinovasi dan daya saing tinggi saat memasuki pasar kerja.
"Dengan dukungan sarana dan prasarana yang modern, BPVP akan mampu mencetak tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga inovatif, berdaya saing tinggi, dan siap diserap oleh dunia usaha maupun industri,” katanya menambahkan.
Menaker mengaku sangat optimistis bahwa roda transformasi ini akan memperkuat peran vital BPVP dalam menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan masa depan.
Selain itu, langkah ini diharapkan mempercepat penyediaan pasokan tenaga kerja kompeten di berbagai sektor industri strategis nasional.
“Saya menginginkan tingkat serapan hasil lulusan pelatihan vokasi di mini campus minimal 80 persen,” tegas Yassierli.
Guna mendukung percepatan transformasi tersebut di lapangan, Kemnaker berkomitmen untuk terus memperluas akses masyarakat luas terhadap program pelatihan vokasi.
Komitmen ini diwujudkan lewat penyediaan puluhan ribu paket pelatihan gratis yang sudah bersertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), di mana seluruh program tersebut telah terintegrasi dalam portal digital SIAPKerja.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan bahwa perombakan BPVP ini merupakan bagian penting dari peta jalan membangun ekosistem pelatihan vokasi yang jauh lebih relevan dengan arah pembangunan ekonomi nasional.
BPVP dituntut harus mampu memosisikan diri sebagai pusat pengembangan kompetensi yang dekat dengan ekosistem industri serta responsif terhadap pergeseran pasar kerja.
“Transformasi ini bukan hanya perubahan struktur, tetapi juga perubahan cara kerja, orientasi kerja dan budaya layanan,” tutur Darmawansyah. (af)



























