
Kepala BP2MI Protes Perlakuan Diskriminatif Petugas Bea Cukai Bongkar Barang Bawaan PMI

VOICEINDONESIA, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI ) Benny Rhamdani protes atas perlakuan diskriminatif petugas Bea Cukai terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ketika tiba ditanah air. Pasalnya, PMI kerap mengalami tindakan berlebihan dari oknum petugas Bea Cukai yang memeriksa barang-barang bawaan.
Benny menyebutkan, tindakan berlebihan itu seperti pembongkaran hingga aksi "penyitaan" barang milik PMI.
"Kenapa harus dilakukan pembongkaran dan kenapa hanya dilakukan kepada PMI? Dalam hal ini saya sependapat bahwa ini tindakan diskriminasi," kata Benny kepada wartawan, di Kantor BP2MI, Pancoran, Jakarta, Jum'at (28/4/2023).
Bahkan, lanjut Benny, sejumlah PMI mengadu ke BP2MI terkait barang bawaannya yang dibongkar bongkar hingga diduga diambil oleh oknum Bea Cukai.
"Ini bukan menurut kita yaa, tetapi pengakuan PMI kepada BP2Ml," imbuhnya.
Benny menilai tindakan pembongkaran tersebut sangat tidak dibenarkan oleh aturan negara.
"Kita tidak sependapat jika hanya PMI diberlakukan seperti itu, jangan karena pejabat, orang kaya lalu tidak dilakukan pembongkaran," ujar Benny yang juga Wakil Ketua Umum Partai Hanura itu.
Menurutnya, barang milik PMI boleh dibongkar atau disita jika terindikasi melanggar hukum yang dibawanya.
"Pembongkaran barang milik PMI boleh dilakukan apabila saat di mesin x-ray terdapat barang-barang yang dilarang, atau ada informasi adanya bawaan yang dilarang oleh hukum," terangnya.
Namun, Benny tak ingin menyalahkan pihak mana pun terkait dengan kejadian pembongkaran barang milik PMI baik di bandara maupun di pelabuhan.
"Karena tentu kita harus mengumpulkan bukti yang ada di lapangan siapa salah siapa benar," tukasnya.
Lanjut Benny mengungkapkan, terkait hal tersebut pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak Bea Cukai untuk mendorong pembebasan bea barang milik PMI. Upaya itu merupakan langkah konkret BP2MI untuk merespon keluhan para pahlawan devisa negara ini.
"Kita sudah 15 kali melakukan pertemuan dengan Bea Cukai. Ini bukti keseriusan negara dan BP2MI merespons keluhan PMI dalam hal kasus pembongkaran barang milik PMI oleh petugas Bea Cukai," beber Benny.(*)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.

