
Mahfud Md: Satgas TPPO Produktif, Dulu Macet karena Ada Beking

Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud Md mengatakan, pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kini dinilai lebih efektif setelah dibentuknya satuan tugas (Satgas) TPPO oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Kasus tindak pidana perdagangan orang dalam tiga minggu terakhir itu kan Anda lihat sangat produktif,” kata Mahfud kepada awak media saat acara fun walk HUT Bhayangkara ke-77 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu, 25 Juni 2023.
Menurut Mahfud, penindakan TPPO sangat produktif dengan 450 orang yang sudah ditetapkan tersangka dan 1.500 yang terselamatkan.
Ia mengungkapkan, penindakan TPPO yang dulu macet karena terkendala bekingan dan sindikat.
“Anda lihat sangat produktif. Dulu seperti macet karena ada sindikat, ada beking, ada macam-macam,” ungkapnya.
Mahfud menjelaskan setelah membongkar sindikat TPPO dari kalangan sipil, Satgas akan mendalami calo-calo di masyarakat hingga mengusut siapa saja beking TPPO di institusi pemerintah.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Ramadhan mengatakan, Satgas TPPO telah menangani sebanyak 511 Laporan Polisi (LP) sejak dibentuk pada 5 Juni 2023. Dari ratusan LP tersebut, sebanyak 598 tersangka telah dibekuk.
Ramadhan menuturkan, berbagai macam modus para tersangka dalam menjerat para korban TPPO.
Menurutnya paling banyak yakni dengan modus mengiming-imingi korban bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Pekerja Rumah Tangga (PRT). Modus ini tercatat ada sebanyak 386 kasus.
Baca Juga: Program Pengiriman PMI Baru ke Arab Saudi Bisa Basmi Mafia TPPO
Modus lainnya yang terbanyak yakni para korban dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK). Angka dalam kasus ini yakni sebanyak 136. Dua modus lainnya TPPO ini yakni mempekerjakan korban sebagai Anak Buah Kapal (ABK) dengan 6 kasus dan eksploitasi anak sebanyak 34 kasus.
"Dari ratusan kasus yang ditangani Satgas TPPO Bareskrim Polri dan Polda, jajaran telah menyelamatkan korban sebanyak 1.744," kata Ramadhan melalui keterangan resmi, Sabtu, 24 Juni 2023.
Dari ribuan korban tersebut, Ramadhan merinci ada 777 korban perempuan dewasa dan 99 anak perempuan. Kemudian untuk korban laki-laki dewasa ada 819 dan 49 anak laki-laki.
Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan dari ratusan kasus yang diungkap, saat ini perkembangannya 100 kasus masuk tahap penyelidikan. Kemudian 384 kasus TPPO di tahap penyidikan dan berkas sudah lengkap atau P21 ada satu kasus.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.

