
Mengintip Serunya Makan Warteg di Tokyo Melalui Vlog Subarashii Indonesia
TOKYO,AKUUPDATE.ID – Warteg atau “Warung Tegal" bagi masyarakat Indonesia telah menjadi sebutan yang identik untuk warung makan murah di pinggir jalan. Pilihan menunya yang beragam dengan harga yang merakyat membuat warteg menjadi andalan kaum pekerja untuk mengisi perut. Kini, warteg ternyata sudah go international. Salah satu warteg khas Indonesia dapat dinikmati di pusat kota Tokyo, tepatnya di Shinjuku. Warteg “Monggo Moro" dikelola oleh Ibu Retno diaspora Indonesia bersama suaminya yang asli Jepang.
Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi berkesempatan belum lama ini mengajak sahabatnya, mantan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii untuk mencicipi hidangan di warteg Monggo Moro (12/07/2021). Keseruan makan siang Dubes Heri dengan Dubes Ishii di warteg Monggo Moro tersebut terekam dalam vlog perdana KBRI Tokyo yang bertajukdinamakan 'Subarashii Indonesia', atau dalam Bahasa Indonesia berarti Indonesia Hebat.
“Kami membuat Vlog Subarashii Indonesia ini untuk lebih mempromosikan beragam karya dan cerita kesuksesan Indonesia di Jepang. Untuk episode perdana, saya sengaja mengajak Dubes Ishii yang memang terkenal suka sekali dengan masakan Indonesia," ungkap Dubes Heri mengenai alasan pembuatan Vlog Subarashii Indonesia.
Dubes Ishii memang dikenal publik Indonesia gemar mengunggah menu makan siang di instagram-nya saat menjabat sebagai Duta Besar Jepang untuk Indonesia. Bahkan, kini setelah selesai menjabat, Instagram pribadi Dubes Ishiii telah memiliki lebih 62 ribu followers. “Ketika saya menjabat sebagai Dubes Jepang, saya sering ditanya apa masakan Indonesia favorit saya. Kini rasanya saya bisa sampaikan jawaban yang lebih jelas, saya sangat suka masakan Padang!", ujar Dubes Ishii.

Upaya Peningkatan Ekspor Produk Makanan Indonesia
Banyak informasi menarik terungkap dalam vlog Subarashii Indonesia yang digagas oleh KBRI Tokyo. Salah satunya ternyata Indonesia telah berhasil mengekspor beragam produk makanan Indonesia ke Jepang, antara lain buah pisang dan nanas serta yang terbaru, durian asal Palu yang didatangkan langsung melalui penerbangan kargo Garuda Indonesia dari Manado ke Narita, Tokyo.
“Di tengah situasi pandemi saat ini, KBRI proaktif dalam mencari terobosan baru guna meningkatkan perdagangan Indonesia – Jepang. Salah satunya dengan mendorong penerbangan kargo ke Jepang yang membawa berbagai komoditas pertanian dan perikanan Indonesia,"tegas Dubes Heri Akhmadi.
Jepang, merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia. Berdasarkan data Kemendag, nilai perdagangan bilateral Indonesia Jepang bulan Januari – Mei 2021 telah mencapai US$11,8 milyar, meningkat 6,91% dari tahun lalu. Informasi lain terkait kerja sama ekonomi Indonesia – Jepang dapat dilihat melalui situs Japan – Indonesia Partnership Lounge (JAIPONG) dengan tautan www.dashboard.kbritokyo.jp (*/red)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.

