
Pemkot Surabaya Gandeng Densus 88 Edukasi Siswa Cegah Radikalisme

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya –
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan sinergi dengan Densus 88 akan terus diperkuat melalui program edukasi di sekolah seiring dimulainya tahun ajaran baru. "Kami (Pemkot Surabaya) dengan Densus 88 akan terus bersinergi dan kebetulan ini (memasuki) tahun ajaran baru 2026/2027," kata Eri, Kamis, 9 Juli 2026.
Eri mengaku telah menginstruksikan Dinas Pendidikan (Dispendik) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. "Saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan DP3APPKB untuk memberikan materi terutama kepada orang tua, kepada anak-anak," ujarnya.
Menurut Eri, materi edukasi akan disampaikan langsung oleh personel Densus 88. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak, termasuk penggunaan gawai.
"Nanti yang memberikan materi beliaunya (Densus 88), bagaimana terhadap anak, bagaimana mempelajari mungkin gawainya anak. Itu yang nanti akan disampaikan oleh beliau-beliaunya," katanya.
Program edukasi tersebut tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga orang tua. Pemkot Surabaya ingin memperkuat pola pengasuhan dalam keluarga sebagai benteng utama mencegah pengaruh negatif.
"Jadi kami bersinergi (Densus 88) dengan memberikan materi-materi kepada orang tua dan masuk ke sekolah-sekolah," ucapnya.
Melalui edukasi itu, Eri berharap orang tua semakin memahami pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan anak. Menurutnya, perhatian dan kasih sayang keluarga menjadi kunci mencegah anak terpapar paham yang menyimpang.
"Sehingga anak-anak dan lebih khusus orang tua menyadari bagaimana mereka mendidik anak, bagaimana anak-anak ini butuh kasih sayang orang tua, bagaimana ada deep talk orang tua dengan anak," tuturnya.
Eri menegaskan penguatan peran keluarga menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah anak terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. "Itu yang diperlukan sehingga hal-hal yang seperti ini (radikalisme) tidak terjadi," katanya.(fsm)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.

