VOICE Indonesia
News

Pemkot Surabaya Gandeng Densus 88 Edukasi Siswa Cegah Radikalisme

Farhan Sunday Mahardika - VOICEIndonesia.co
1001081752.jpg
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat di ruang kerjanya(Foto: Dok. Kominfo Surabaya)

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya –

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan sinergi dengan Densus 88 akan terus diperkuat melalui program edukasi di sekolah seiring dimulainya tahun ajaran baru. "Kami (Pemkot Surabaya) dengan Densus 88 akan terus bersinergi dan kebetulan ini (memasuki) tahun ajaran baru 2026/2027," kata Eri, Kamis, 9 Juli 2026.

Eri mengaku telah menginstruksikan Dinas Pendidikan (Dispendik) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. "Saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan DP3APPKB untuk memberikan materi terutama kepada orang tua, kepada anak-anak," ujarnya.

Menurut Eri, materi edukasi akan disampaikan langsung oleh personel Densus 88. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak, termasuk penggunaan gawai.

"Nanti yang memberikan materi beliaunya (Densus 88), bagaimana terhadap anak, bagaimana mempelajari mungkin gawainya anak. Itu yang nanti akan disampaikan oleh beliau-beliaunya," katanya.

Program edukasi tersebut tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga orang tua. Pemkot Surabaya ingin memperkuat pola pengasuhan dalam keluarga sebagai benteng utama mencegah pengaruh negatif.

"Jadi kami bersinergi (Densus 88) dengan memberikan materi-materi kepada orang tua dan masuk ke sekolah-sekolah," ucapnya.

Melalui edukasi itu, Eri berharap orang tua semakin memahami pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan anak. Menurutnya, perhatian dan kasih sayang keluarga menjadi kunci mencegah anak terpapar paham yang menyimpang.

"Sehingga anak-anak dan lebih khusus orang tua menyadari bagaimana mereka mendidik anak, bagaimana anak-anak ini butuh kasih sayang orang tua, bagaimana ada deep talk orang tua dengan anak," tuturnya.

Eri menegaskan penguatan peran keluarga menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah anak terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. "Itu yang diperlukan sehingga hal-hal yang seperti ini (radikalisme) tidak terjadi," katanya.(fsm)

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.