VOICE Indonesia
News

Sebagian Dubes Baru Dinilai Tidak Berpihak ke Pekerja Migran Indonesia

Afifah - VOICEIndonesia.co
Sebagian Dubes Baru Dinilai Tidak Berpihak ke Pekerja Migran Indonesia
Sebagian Dubes Baru Dinilai Tidak Berpihak ke Pekerja Migran Indonesia
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Migrant Watch menegaskan bahwa posisi duta besar (dubes) bukan sekadar jabatan kehormatan, melainkan ujung tombak yang bertugas untuk melindungi warga negara Indonesia, terutama pekerja migran Indonesia (PMI), di luar negeri. Pernyataan ini disampaikan menyusul lolosnya 24 calon Dubes RI dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI pada 5–6 Juli lalu. Sembilan di antaranya akan ditempatkan di negara-negara tujuan utama PMI, seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Direktur Eksekutif Migrant Watch, Aznil Tan, mengkritik masih banyaknya calon dubes yang tidak memahami isu ketenagakerjaan migran secara mendalam. Ia khawatir sebagian justru bersikap eksklusif dan menghindar dari tanggung jawab terhadap nasib PMI. "Dubes jangan hanya gagah-gagahan hadir di acara kenegaraan. Banyak yang anti terhadap PMI dan justru memperketat akses masuk pekerja migran agar mereka tak perlu repot mengurus," ujar Aznil di Jakarta, Rabu (9/07/2025). Ia menekankan bahwa pekerja migran telah menyumbang triliunan rupiah dalam bentuk remitansi, dan harus menjadi prioritas dalam diplomasi luar negeri Indonesia. Migrant Watch mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memberi instruksi tegas kepada para dubes agar aktif memperjuangkan pembukaan pasar kerja luar negeri dan memperkuat sistem pelindungan bagi PMI. “Jangan anggap pekerja migran sebagai beban. Surplus tenaga kerja Indonesia justru bisa jadi kekuatan ekonomi jika dikelola dengan baik,” tegas Aznil. Aznil juga meminta setiap perwakilan RI di luar negeri untuk menyediakan shelter yang layak, akses layanan hukum yang responsif, serta mekanisme darurat bagi PMI bermasalah. Sebagai pembanding, Aznil menyoroti pendekatan progresif Filipina dalam menangani pekerja migran. Pemerintah Filipina disebut aktif membangun shelter permanen, menyediakan bantuan hukum langsung, dan melatih ulang pekerja migran yang jadi korban kekerasan atau pelanggaran kontrak. “Filipina membuktikan bahwa negara bisa hadir bukan untuk menghukum, tetapi memulihkan martabat warganya. Indonesia harus bisa seperti itu,” ujarnya. Daftar Dubes untuk Negara Tujuan PMI Berikut sembilan calon Dubes RI yang akan ditempatkan di negara dengan konsentrasi tinggi PMI: 1. Abdul Kadir Jaelani – Jerman 2. Hotmangaradja Pandjaitan – Singapura 3. Nurmala Kartini Sjahrir – Jepang 4. Dwisuryo Indroyono Soesilo – Amerika Serikat 5. Laurentius Amrih Jinangkung – Belanda 6. Judha Nugraha – Uni Emirat Arab 7. Syahda Guruh Langkah Samudera – Qatar 8. Andi Rahardian – Oman 9. Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo – Malaysia Migrant Watch mendesak agar para dubes menjalankan diplomasi yang berpihak pada rakyat, khususnya pekerja migran. Mereka harus menjadi negosiator andal, pengawas penempatan ilegal, serta penggerak sistem pelindungan yang cepat dan menyeluruh, lengkap dengan kanal pengaduan darurat, forum aspirasi PMI, dan akses hukum yang setara. "Sudah saatnya diplomasi Indonesia meninggalkan pola elitis dan benar-benar hadir untuk rakyat yang bekerja di luar negeri," pungkas Aznil.

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
#Dubes#Migrant Watch#PMI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.