Pemprov DKI Buka Ribuan Lowongan Kerja, Lulusan SD Bisa Melamar
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Langkah taktis ini sengaja dirancang untuk menekan angka pengangguran dengan memberikan kelonggaran syarat akademis secara drastis bagi para pemburu kerja lokal.
"Namanya juga proyek bantalan sosial, bisa apa aja, mulai dari membantu pasukan-pasukan oranye, PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) dan sebagainya. Intinya, supaya orang bekerja," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Urban Knowledge Hub, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).
Pramono menegaskan bahwa program padat karya kali ini meruntuhkan tembok birokrasi syarat pendidikan yang selama ini sering menjegal masyarakat kelas bawah.
Berbeda dengan kebijakan rezim sebelumnya yang mematok ijazah minimal Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), kini warga kelulusan Sekolah Dasar (SD) pun diberikan hak dan kesempatan yang sama untuk mendaftar.
Kendati melonggarkan syarat pendidikan, Pemprov DKI menerapkan seleksi ketat pada aspek kependudukan untuk menggaransi penyerapan tenaga kerja yang tepat sasaran.
Kebijakan ini mewajibkan setiap pelamar memegang kartu identitas resmi sebagai warga Jakarta guna memprioritaskan penyelesaian masalah sosial di dalam kota sendiri.
"Karena untuk PJLP pun Jakarta kan SD boleh. Karena sejak saya jadi gubernur, kalau dulu kan syaratnya SLTA, ketika saya jadi gubernur, maka SD pun boleh. Sehingga dengan demikian syaratnya hanya satu, KTP Jakarta," ujar Pramono.
Dalam program jaring pengaman sosial ini, para peserta yang lolos seleksi akan dikontrak dengan jangka waktu kerja jangka pendek, yakni berkisar antara tiga hingga enam bulan.
Selama masa bakti tersebut, para pekerja akan menerima stimulus upah yang sangat layak berupa gaji bulanan yang setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta terbaru, yaitu sebesar Rp5,7 juta per bulan.
Intervensi masif dari pemda ini diluncurkan di tengah tren positif perbaikan pasar tenaga kerja di ibu kota.
Berdasarkan rilis data makro terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, grafik pengangguran di Jakarta berhasil ditekan hingga menyisakan 334 ribu orang pada Februari 2026, memperlihatkan rapor penurunan dibandingkan periode Februari 2025 yang sempat menyentuh angka 338 ribu orang.
Penurunan angka pengangguran tersebut dinilai sebagai pencapaian besar mengingat beban serapan pasar kerja jakarta justru semakin berat.
BPS mencatat total angkatan kerja baru di Jakarta per Februari 2026 melonjak tajam hingga menembus 5,53 juta orang, atau mengalami pembengkakan sebesar 57,64 ribu orang jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Pilihan Redaksi
NasionalSesumbar Said Iqbal Setelah Masuk Lingkaran Istana
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Pascapelantikan, Said Iqbal menegaskan komitmennya untuk membantu
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.















